Bawa Bom dan Samurai Saat Rampok Toko Emas di Magetan, Yunus Ternyata Target Densus 88

"Tersangka pelaku merupakan target Densus 88," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Polda Jatim, Minggu (25/8/2019)

Bawa Bom dan Samurai Saat Rampok Toko Emas di Magetan, Yunus Ternyata Target Densus 88
Istimewa via Surya
Tangkapan layar video aksi pemuda asal Madiun yang nekat merampok toko perhiasan emas Dewi Sri di Jalan Raya Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu (24/8/2019) pagi. 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA- Semula perampokan terhadap Toko Emas Dewi Sri di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019), hanya dianggap kriminalitas biasa.

Setelah polisi mengembangkan penyidikan terhadap tersangka Yunus Trianto (41), warga Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, pria tersebut diduga kuat terkait dengan kelompok teroris Isbaqiah.

Tak pelak, Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror ikut terlibat dalam penyidikan kasus itu. Selanjutnya, Yunus dibawa ke Jakarta untuk menyidikan lebih lanjut

"Tersangka pelaku merupakan target Densus 88," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Polda Jatim, Minggu (25/8/2019). Menurutnya, Yunus Trianto ternyata telah lama menjadi target Densus 88 Antiteror.

Aksi perampokan yang dilakukan Yunus, menurut Frans Barung Mangera, tidak berorientasi pada motif ekonomi semata.

Ada instruksi khusus yang diberikan oleh pihak kelompok teroris kepada Yunus sebelum merampok toko emas.

Densus 88 Antiteror Kembali Tangkap Terduga Teroris di Jawa Timur, Kali Ini di Blitar Raya

Satu Keluarga Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Antiteror di Rumah Kontrakannya di Lamongan

"Apabila berhasil melakukan pencurian dengan kekerasan (perampokan), hasilnya akan disetor. Selanjutnya untuk biaya hijrah ke negara Suriah," ujar Kabid Humas Polda Jatim.

Menurut Frans Barung Mangera, Densus 88 masih menelusuri afiliasi kelompok Isbaqiah itu. "Pelaku mengaku jaringan Isbaqiah," ungkapnya.

Yunus ternyata pernah menghuni penjara karena menusuk Muhtarom, saat menjabat bupati Madiun, pada Desember 2009.

"Kena hukuman satu setengah tahun kalau tidak salah. Nusuk Mbah Tarom (Bupati Madiun Muhtarom) menggunakan obeng," kata Henry, warga Pasar Sumur Tiban.

Halaman
1234
Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved