Waspadai Kebakaran Hutan di Bandung Barat, Perum Perhutani Sebut 2 Lokasi yang Rawan

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin, mengatakan, untuk mewaspadai kebakaran hutan di KBB pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi

ISTIMEWA
Sejumlah petugas saat memantau kebakaran hutan dan lahan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Rabu (19/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara mewaspadai potensi kebakaran hutan saat musim kemarau, khususnya di Wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, saat musim kemarau potensi kebakaran hutan memang sangat tinggi karena banyaknya tanaman semisal alang-alang yang sudah kering sehingga sangat mudah terbakar ditambah hembusan angin yang cukup kencang.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin, mengatakan, untuk mewaspadai kebakaran hutan pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi di antaranya memetakan wilayah hutan yang rawan kebakaran.

"Hutan yang rawan kebakaran itu biasanya yang lokasinya dekat dengan garapan masyarakat dan jalur aktivitas atau pendakian ke hutan," ujarnya kepada Tribun Jabar, Minggu (25/8/2019).

Untuk itu, pihaknya juga saat ini telah memasang tanda larangan tidak menyalakan api dan larangan tidak membuang pentung rokok sembarangan ketika berada di hutan.

Ridwan Kamil Minta Warga Siaga Kebakaran Hutan di Jawa Barat, Sudah Mulai Terjadi

Hendak Digunakan Padamkan Kebakaran Hutan Kalbar, Baling-baling Helikopter Terlilit Benang Layangan

Dua hal tersebut bisa menyebabkan terjadi kebakaran hutan.

"Bahkan kita juga di tanda larangan itu mencantumkan sanksi untuk masyarakat yang menyebabkan kebakaran hutan, itu juga sebagai langkah antisipasi dari kami," katanya.

Untuk langkah antisipasi yang lainnya, kata Komarudin, Perhutani juga menyiagakan petugas selama 24 jam untuk memantau kondisi hutan saat musim kemarau tahun ini dengan cara berpatroli.

Selain itu, pihaknya juga membentuk grup KPH Bandung Utara siaga bencana alam yang tugasnya mengupdate kondisi hutan dan harus langsung segera melaporkan ketika terjadi kebakaran.

"Jadi ketika baru ada asap atau gejala kebakaran mereka harus segera mekaporkan agar bisa langsung mengambil tindakan dan kami juga berkoordinasi dengan Damkar," ucapnya.

Menurutnya, antisipasi itu memang harus dilakukan, mengingat kawasan hutan wilayah KPH Bandung Utara sangat luas yakni mencapai 20.560 hektare.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved