Kisah Karjono yang Selamat dari Musibah Terbakarnya KM Santika Nusantara di Perairan Masalembo

Musibah terbakarnya Kapal Motor atau KM Santika Nusantara membawa kisah tersendiri bagi Karjono, seorang penumpang.

Kisah Karjono yang Selamat dari Musibah Terbakarnya KM Santika Nusantara di Perairan Masalembo
Kantor Basarnas Surabaya/Kompas
KM Santika Nusantara terbakar di Perairan Masalembu 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Musibah terbakarnya Kapal Motor atau KM Santika Nusantara membawa kisah tersendiri bagi Karjono, seorang penumpang.

Korban terbakarnya KM Santika Nusantara itu selamat setelah terombang-ambing selama 11 jam di tengah laut, sebelum ditolong kapal petik kemas.

Diketahui, KM Santika Nusantara dilaporkan terbakar di perairan Masalembo pada Kamis, pukul 20.45 WIB, saat berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Saya bersama 10 orang penumpang lainnya berada dalam air. Saya tidak tahu mereka sekarang di mana, semoga selamat semua," ucap pria berusia 50 tahun sambil menangis ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (24/8/2019).

Dalam manifes (daftar penumpang) KM Santika Nusantara, tercatat jumlah penumpang 111, terdiri 100 orang dewasa, enam anak-anak, dan lima balita.

Tidak seperti korban selamat lainnya, Karjono tidak didatangi keluarganya yang berada di Pekanbaru, Riau. Selain itu telepon genggamnya juga hilang entah ke mana.

Karjono berniat merantau ke Kalimantan tepatnya Kota Balikpapan. Dia berangkat bersama tiga temannya untuk mencari pekerjaan.

Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Taiwan, 5 ABK WNI Dilaporkan Hilang, 1 dari Indramayu

Dihantam Ombak Tinggi, Kapal Tenggelam di Selat Makassar, 11 Penumpang Terombang-ambing di Laut

Karjono menumpang KM Santika Nusantara yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Saat kapal terbakar di perairan sekitar Pulau Masalembo, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (23/8/2019) malam, Karjono sedang beristirahat.

Dia bersama teman-temannya mendengar jelas arahan kapten kapal yang mengatakan terjadinya kebakaran.

Kapten menginstruksikan agar para penumpang mengambil pelampung. "Karena api sudah besar, ABK (anak buah kapal) meminta penumpang terjun ke laut," kata Karjono.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved