Pejabat Desa Bojonggambir Sebut Kasus Kematian Akibat Miras Oplosan di Daerahnya Baru Kali Pertama

Pesta miras oplosan di Kampung Ciawi, Desa/Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, merenggut tiga nyawa.

Pejabat Desa Bojonggambir Sebut Kasus Kematian Akibat Miras Oplosan di Daerahnya Baru Kali Pertama
Tribun Jabar/Isep Heri
Jenazah korban pesta miras oplosan saat dibawa dari Kamar Mayat RS Singaparna Medika Citrautama, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/8/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pesta miras oplosan di Kampung Ciawi, Desa/Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, merenggut tiga nyawa.

Dari 8 pemuda yang berpesta miras, korban tewas akibat miras oplosan di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya di antaranya AF (17), RZ (26), dan IM (23).

Sementara sisanya sempat dirawat dan kini kondisinya mulai membaik.

Ketiganya tewas diduga keracunan usai menenggak alkohol berkadar 96 persen yang dicampur minuman suplemen.

Keluarga Korban Pesta Miras Oplosan Meminta Polisi Usut Tuntas, Penjual Miras Harus Ditangkap

Penjabat Kepala Desa Bojonggambir, Ruhiman menyebut peristiwa keracunan akibat miras oplosan bukan pertama kalinya terjadi di wilayahnya.

Namun peristiwa yang sampai merenggut nyawa memang baru terjadi kali ini.

"Peristiwa seperti ini udah pernah tapi tidak separah ini. Paling satu orang dua orang tidak sampai meninggal, baru kali ini sampai meninggal," kata dia saat ditemui di Bojonggambir, Jumat (22/8/2019) kemarin.

Dia berharap pihak berwenang mengusut tuntas peredaran miras di wilayahnya.

Alkohol 96 Persen Dioplos Minuman Suplemen Jadi Miras yang Tewaskan 3 Pemuda di Tasikmalaya

Menurutnya kemungkinan adanya penjualan miras yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

"Kalau setahu kami yang secara terang-terangan tidak ada. Kami juga sering imbau untuk warung-warung tidak menjual miras," kata dia.

BREAKING NEWS, 8 Pemuda Pesta Miras di Tasikmalaya, 2 Tewas, 1 Kritis, 5 Dirawat, Ini yang Diminum

Peristiwa yang terjadi, menurutnya harus menjadi contoh dan diharapkan menjadi peristiwa terakhir.

"Sebagai antisipasi kami akan gencar sosialisasi dan mengimbau kepada orang tua jangan sampai anaknya terbawa arus," kata dia

"Lalu kami arahkan di pengajian-pengajian, forum menyuarakan agar tidak ada pergaulan negatif di wilayah kami," tambahnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved