Diskominfo dan Bakti Evaluasi Penggunaan Wifi Desa di Jabar

Pemprov mulai evaluasi peningkatan produktivitas masyarakat desa dan pemanfaatan positif dari pemasangan wifi gratis di ratusan desa di Jabar

Diskominfo dan Bakti Evaluasi Penggunaan Wifi Desa di Jabar
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengevaluasi peningkatan produktivitas masyarakat desa dan pemanfaatan positif dari pemasangan wifi gratis yang disebar di ratusan desa di Jawa Barat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Barat, Setiaji, mengatakan pihaknya menargetkan sampai akhir tahun ini, 600 desa berkembang dan tertinggal di Jabar sudah mendapat wifi gratis. Sampai Agustus 2019, wifi tetcatat sudah terpasang di 155 desa.

Setiaji mengatakan sejalan dengan pemasangan wifi lainnya, saat ini sedang sedang dilakukan evaluasi mengenai pemasangan wifi gratis tersebut oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

"Berkaitan dengan 600 wifi desa yang ditargetkan tahun ini, kami memang sudah pasang 155. Saat ini sedang dilakukan evaluasi," ujar Setiaji di Bandung, Sabtu (24/8/2019).

Kulcim Indramayu Ramai Dikunjungi Pengunjung Saat Malam Minggu, Suasananya Nyaman

Sedikit Bocoran, Cita Rasa Kopi Khas Jawa Barat Jabarano yang Bakal Di-launching Januari 2020

Ridwan Kamil Targetkan Pasar Rakyat ber-SNI Ada Tiap Kabupaten Kota di Jawa Barat

Evaluasi tersebut, kata Setiaji, menitikberatkan dari sisi pemakaian dan efek jaringan internet di masyarakat. Diharapkan internet dapan menjadikan masyarakat lebih produktif, salah satunya dari sektor ekonomi dan pemdidikan.

"Di sisi lain kami juga akan berdiskusi, yang desa sisanya belum terpasang apakah mau dengan model yang lama atau yang baru," katanya.

Menurut Setiaji, ada dua metode yang akan didiskusikan yaitu memperbesar kapasitas banwidth juga melalui metode pemberdayaan. Hal ini agar manfaat dari pemasangan wifi gratis di sejumlah desa tersebut lebih terasa oleh masyarkat.

"Saat ini kan kita pasang kapasitasnya hanya dua mega, coverage-nya juga enggak banyak. Dipakai oleh lima orang saja sudah kesulitan," ujarnya.

Rencananya, diskusi tersebut akan dilakukan pada salah satu desa di Kabupaten Tasikmalaya, pekan depan. Di lokasi tersebut telah diaplikasikan metode pembedayaan melalui Badan Usaha Milik Antar Desa (Bumades) yang berbentuk konsorium.

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Bicara Tentang Video Mesum

Anggota DPRD Jabar Harus Tinggalkan Partai dan Tancap Gas, Tidak Ada Istilah Belajar Dulu

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved