Keluarga Korban Pesta Miras Oplosan Meminta Polisi Usut Tuntas, Penjual Miras Harus Ditangkap

Keluarga korban pesta miras oplosan meminta polisi usut tuntas. Penjual miras harus ditangkap.

Keluarga Korban Pesta Miras Oplosan Meminta Polisi Usut Tuntas, Penjual Miras Harus Ditangkap
Tribun Jabar/Isep Heri
Jenazah korban pesta miras oplosan saat dibawa dari Kamar Mayat RS Singaparna Medika Citrautama, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/8/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pesta miras oplosan di Kampung Ciawi, Desa/Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, merenggut tiga nyawa.

Menurut informasi yang didapatkan Tribun Jabar, dari delapan pemuda yang mengikuti pesta miras dua di antaranya hingga Jumat (23/8/2019) siang, masih dirawat di Puskesmas Bojonggambir.

Korban tewas akibat miras oplosan di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya yakni AF (17), RZ (26), dan IM (23).

Ketiganya tewas diduga keracunan usai menenggak alkohol berkadar 96 persen yang dicampur minuman suplemen.

Orang tua korban tewas mendesak pihak polisi agar mengusut tuntas terkait beredarnya miras yang merenggut nyawa keluarganya.

"Saya meminta polisi bertindak, supaya tidak ada lagi korban lainnya seperti anak saya," kata Isur saat ditemui Tribun Jabar di RS SMC, Kamis (23/8/2019) malam.

Isur dan keluarganya sangat kaget anaknya turut menjadi korban miras oplosan.

"Anak saya memang sudah lama tidak tinggal bersama saya. Kaget mendapat kabar dari uwaknya sudah kritis dan sekarang tidak tertolong," kata dia.

Dihubungi terpisah, orang tua RZ (26), Santo Rahman (48) meminta agar pihak kepolisian segera menangkap penjual miras oplosan.

Halaman
123
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved