Jumlah Pemohon Paspor Membludak, Kuota 1500 Pemohon per Minggu Habis dalam 2 Jam

Para pemohon paspor di Kota Bandung harus beradu cepat memperoleh nomor antrean setiap Jumat siang, saat kuota antrean permohonan paspor dibuka.

Jumlah Pemohon Paspor Membludak, Kuota 1500 Pemohon per Minggu Habis dalam 2 Jam
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Warga menjalani sesi pemotretan dan pemindaian sidik jari oleh petugas saat akan membuat paspor baru di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (20/8/2019). Permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung dilakukan secara antrian online melalui Aplikasi Permohonan Paspor di android atau melalui website http://antrian.imigrasi.go.id pada hari Jumat dengan kuota 350 pemohon. Langkah selanjutnya menyerahkan dokumen persyaratan, wawancara singkat, sesi pemotretan, dan memindai sidik jari di Kantor Imigrasi pada hari yang sudah ditentukan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam dan Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para pemohon paspor di Kota Bandung harus beradu cepat memperoleh nomor antrean setiap Jumat siang, saat kuota antrean permohonan paspor dibuka.

Setiap minggu, Kantor Imigrasi Kota Bandung membuka kuota permohonan paspor untuk 1.500 pemohon.

Jumlah tersebut untuk jadwal antrean selama sepekan pada hari Senin hingga Jumat.

Namun, saking banyaknya pemohon, antrean untuk sepekan, yang hanya bisa diakses melalui aplikasi Antrean Pendaftaran Paspor Online (APAPO) di smartphone itu, biasanya habis hanya dalam dua jam setelah dibuka.

Setiap Jumat, pendaftaran biasanya dimulai pukul 14.00 WIB.

"Tapi saya sarankan sudah mulai mencoba masuk sejak pukul 13.00, kalau-kalau sudah dibuka kuotanya. Biasanya, dalam waktu 1,5 jam atau dua jam, antrean di Bandung sudah habis," kata seorang petugas informasi di Kantor Imigrasi Bandung, belum lama ini.

VIDEO-EKSKLUSIF, Pemohon Paspor Asal Bandung Tak Dapat Antrean, Pergi Subuh Antre Urus di Tasik

Dian Mardiansyah (30), pemohon paspor baru asal Jalan Inhoftank, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, mengatakan, Jumat lalu ia telah bersiap memproses antrean dalam aplikasi sejak pukul 14.00, tapi sulit sekali untuk menuntaskan pendaftaran.

Dian mengatakan, ia sampai puluhan kali keluar-masuk aplikasi itu akibat lamanya waktu loading yang sering berujung kegagalan akses.

"Tapi yang disalahkan adalah jaringan internet handphone saya yang katanya jelek, padahal saya pakai aplikasi lain biasa saja. Berkali-kali gagal, error. Selama dua jam saya mencoba masuk antrean, me-refresh, restart, sampai pindah tempat," kata Dian di Kantor Imigrasi Bandung, beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved