Tiga Wilayah di Indramayu Ini Mengalami HTH Terpanjang di Jabar, Sudah 125 Hari Tanpa Hujan

BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati Kabupaten Majalengka mencatat tiga wilayah di Kabupaten Indramayu menjadi wilayah dengan hari tanpa hujan (HTH)

Tiga Wilayah di Indramayu Ini Mengalami HTH Terpanjang di Jabar, Sudah 125 Hari Tanpa Hujan
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Kondisi lahan pesawahan kekeringan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Badan Metologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati Kabupaten Majalengka mencatat tiga wilayah di Kabupaten Indramayu menjadi wilayah dengan hari tanpa hujan (HTH) atau kemarau terpanjang di Jawa Barat.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengatakan, ketiga wilayah itu, yakni Desa Gantar Kecamatan Gantar, Desa Cipancuh Kecamatan Haurgeulis, dan Desa Temiyang Kecamatan Kroya.

"HTH ketiganya yakni 125 hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui pesan singkat, Rabu (21/8/2019).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, hasil monitoring HTH itu dilakukan pada Dasarian ke II Agustus 2019.

PP 48/2005 Tak Berlaku, BKPSDM Kabupaten Indramayu Sarankan Guru Honorer Untuk Mendaftar PPPK

Atasi Kekeringan, ACT Beri Bantuan Jutaan Liter Air dan Ratusan Sumur Wakaf di Berbagai Lokasi

Sebagian besar wilayah di Jawa Barat sekarang bahkan berada pada status waspada hingga awas kekeringan.

Sementara itu, wilayah yang sudah mengalami hujan, yaitu sebagian Kabupaten Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian utara, Bandung bagian tengah, dan Pangandaran bagian selatan.

Selain itu dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana kekeringan.

Kemarau Masih Panjang, BMKG Stasiun Jatiwangi: Musim Hujan di Majalengka Mulai November Akhir

BMKG Jabar Rilis Sejumlah Daerah yang Bakal Mengalami Kekeringan Ekstrem, Berikut Daftarnya

Disebutkan dia, bencana kekeringan menyebabkan semakin berkurangnya ketersediaan sumber-sumber air (sungai, waduk, danau).

Selain itu, krisis air bersih juga mengintai masyarakat, meningkatnya potensi gagal panen, meningkatnya harga komoditas pertanian, dan lain-lain.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved