Pasokan Air dari Waduk Jatiluhur Dijamin Aman Mulai Jawa Barat hingga Jakarta

Selain beberapa wilayah di Jawa Barat, Perum Jasa Tirta II, juga menjamin ketersediaan pasokan air hingga ke wilayah DKI Jakarta

Pasokan Air dari Waduk Jatiluhur Dijamin Aman Mulai Jawa Barat hingga Jakarta
Tribun Jabar/Ery Chandra
Bendungan Ir H Juanda atau Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Rabu (21/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, ery chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Selain beberapa wilayah di Jawa Barat, Perum Jasa Tirta II, juga menjamin ketersediaan pasokan air dari Waduk Jatiluhur hingga ke wilayah Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta.

Direktur Operasi dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II, Antonius Aris Sudjatmiko mengaku untuk melakukan pemenuhan kebutuhan air sehari-hari itu adalah tugas prioritas utama pihaknya.

Seorang pengunjung tengah mengambil gambar Bendungan Ir H Juanda atau Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Rabu (21/8/2019).
Seorang pengunjung tengah mengambil gambar Bendungan Ir H Juanda atau Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Rabu (21/8/2019). (Tribun Jabar/Ery Chandra)

"Walaupun paling ujung DKI Jakarta, 80 persen suplai air bakunya dari waduk juanda. Menjadi prioritas karena memang untuk kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Antonius di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (21/8/2019).

Antonius menuturkan Jasa Tirta terus berupaya secara maksimal agar penyaluran kebutuhan air hingga ke Jakarta itu tidak mengalami kekurangan pasokan air.

"Sampai sejauh ini tidak ada pengurangan dan masih aman," katanya.

Pasokan Aman

Perum Jasa Tirta II, melakukan penataan pasokan air di Bendungan Ir H Juanda atau Waduk Jatiluhur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Direktur Operasi dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II, Antonius Aris Sudjatmiko mengatakan upaya untuk antisipasi musim kering yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober nanti, BUMN yang berdiri sejak 1967 itu memastikan dapat mengelola kebutuhan air.

"Kondisi Waduk Jatiluhur masih bisa di-manage untuk mengatur kebutuhan air irigasi, PDAM, maupun untuk air baku industri. Masih bisa diatur untuk kebutuhan semua pengguna," ujar Antonius, di Bendungan Juanda, Kabupaten Purwakarta, Rabu (21/8/2019).

Direktur Operasi dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II, Antonius Aris Sudjatmiko di Bendungan Ir H Juanda atau Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (21/8/2019).
Direktur Operasi dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II, Antonius Aris Sudjatmiko di Bendungan Ir H Juanda atau Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (21/8/2019). (Tribun Jabar/Ery Chandra)

Ridwan Kamil Segera Bangun Masjid dan Hotel Terapung di Waduk Jatiluhur, Begini Konsepnya

BMKG Jabar Rilis Sejumlah Daerah yang Bakal Mengalami Kekeringan Ekstrem, Berikut Daftarnya

Antonius menuturkan sesuai daya tampung 3 miliar meter per kubik di Waduk Jatiluhur tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan pengairan seluas 240 ribu hektare sawah yang mencakup wilayah kabupaten dan kota Bekasi, Karawang, Subang dan sebagian Indramayu.

"Dengan dua kali tanam padi, satu kali palawija, dengan 5 golongan tanam. Sekarang minimal kami mengeluarkan 110 hingga 120 air," katanya.

Menurutnya, tinggi muka air normal di waduk tersebut muka penuh sebelum dilimpah per hari ini 98,52 meter di atas permukaan laut (Mdpl), dengan realisasi 98,09 Mdpl.

"Penyusutan kisaran musim kemarau itu antara 10 sampai 15 sentimeter per hari," ujarnya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved