Gagal Panen Ciamis Terus Meluas, Kini Sudah 1.200 Hektare Areal Sawah Alami Puso

total areal sawah di Ciamis yang sudah mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan mencapai 1.200 hektare

Gagal Panen Ciamis Terus Meluas, Kini Sudah 1.200 Hektare Areal Sawah Alami Puso
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Sawah yang mengalami puso atau gagal panen 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Memasuki pertengahan bulan Agustus ini, total areal sawah di Ciamis yang sudah mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan mencapai 1.200 hektare dari realisasi tanam 31.000 hektare.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Ir Hj Kustini MP kepada Tribun Rabu (21/8/2019), seluas 1.200 hektare sawah yang mengalami puso tersebut ada di 6 kecamatan dari 12 kecamatan yang rawan kekeringan.

Enam kecamatan yang areal sawahnya mengalami gagal panen itu meliputi Kecamatan Purwodadi, Lakbok, Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican dan Kecamatan Ciamis Kota.

“Paling parah di Kecamatan Banjarsari dan Kecamatan Banjaranyar,” ujar Ir HJ Kustini MP.

Ribuan hektare sawah yang sudah mengalami gagal panen tersebut, menurut Kustini, sebagian besar merupakan sawah tadah hujan dan jauh dari sumber air sehingga sulit diselamatkan, misalnya melalui pompanisasi.

Luas Lahan Puso di Indramayu Sudah Mencapai 7.500 Hektare Sawah

Meski Terancam Gagal Panen, Sejumlah Petani di Tasikmalaya Paksakan Menggarap Lahan saat Kemarau

“Solusi jangka panjang salah satunya dengan membuat sumur bor atau sumur panteks,” katanya.   

Dari 1.200 hektare sawah yang mengalami puso tersebut hanya 20% yang dilindungi asuransi pertanian.

Awal bulan Juli lalu areal sawah yang mengalami puso baru mencapai 266 hektare dan 1.040 hektare terancam puso yang tersebar di 12 kecamatan.

Sebagian besar dari 1.040 hektare sawah yang terancam puso tersebut tidak berhasil diselamatkan karena dalam sebulan terakhir tidak ada turun hujan.

Sementara lokasi sawah jauh dari sumber air baik itu berupa sungai, saluran irigasi maupun mata air.

Dan pertengahan Agustus ini areal sawah yang sudah mengalami puso dari 31.000 hektare realisasi tanam mencapai 1.040 hektare. Gosong karena tersengat kekeringan akibat kemarau panjang.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved