Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung, Dulu Lesu Kini Diburu Warga Bandung

Widya, sang pemilik rumah makan, bercerita kalau bisnisnya sempat mengalami jatuh bangun sebelum bergabung ke layanan pesan antar makanan Grab

Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung, Dulu Lesu Kini Diburu Warga Bandung
Istimewa
Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung, Kota Bandung. 

Walau sudah tenar, sepak terjang Nasi Goreng Bistik Sawah kurung tak bisa dibilang berjalan mulus.

Widya, sang pemilik rumah makan, bercerita kalau bisnisnya sempat mengalami jatuh bangun sebelum bergabung ke layanan pesan antar makanan Grab, GrabFood, dua tahun lalu.

“Awal bikin Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung itu di tahun 2015, karena Nasi Goreng Bistik saat itu mulai menjadi tren di kota Bandung. Alasannya, nasi goreng juga telah menjadi makanan yang paling mudah dicari orang. Nah, kenapa tidak kita modifikasi resepnya dengan bahan-bahan yang tidak biasa dimasak, tetapi rasanya tetap lezat?” kata Widya.

Momen HUT Ke-74 RI, GrabBike Sebar Semangat Perjuangan dengan Bagikan 74.000 Jaket Baru

Semangat Widya untuk mendirikan Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung pun dibuktikan dengan konsistensinya mempertahankan cita rasa dari menu nasi goreng yang dimasak.

Namun, cita rasa ternyata bukan satu-satunya hal yang harus  dipertahankan. Meski banyak yang mengakui kalau rasa Nasi Goreng Bistik Sawah kurung nikmat, nyatanya laju bisnis nasi goreng milik Widya ini malah berjalan serat di masa-masa awal berdiri.

“Saya tahu, agar pelanggan mau datang kembali ya kita harus mempertahankan cita rasa dari makanan. Namun, hal ini ternyata belum bisa menghasilkan keuntungan. Padahal, kita juga telah menyediakan pesan antar khusus bagi pelanggan, tetapi setiap harinya cuma ada 4-5 pesanan dari pelanggan. Promo-promo yang kami buat dan dipasang di media sosial, juga tidak mampu menaikkan pendapatan usaha,” kenangnya.

Nyaris putus asa, Widya terus memutar otak agar bagaimana tetap bertahan dengan Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung demi mendapatkan untung dari penjualan. Tak butuh waktu lama, Widya pun mendaftarkan bisnisnya ke GrabFood yang saat itu baru hadir di Bandung.

4 Sajian Mi Kocok di Bandung yang Rasanya Nendang Pisan, Harga Mulai dari Rp 25 Ribu

Hanya berselang beberapa bulan, Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung mengalami kenaikan omzet yang sangat drastis. Diakui Widya, setiap harinya ada sekitar 100 pelanggan yang akhirnya membeli menu-menu unik Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung lewat aplikasi Grab.

Padahal, sebelum bergabung dengan GrabFood, cuma ada sekitar 25 pelanggan yang makan di tempat atau membawa pulang makanan setiap harinya.

“75 persen omzet dari Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung itu sekarang berasal dari pembelian lewat GrabFood. Harus diakui, GrabFood menjadi salah satu penunjang bisnis saya karena membuat Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung lebih dikenal. Selain itu, promo-promo yang ditawarkan oleh Grab juga sangat menaikan jumlah omzet. Banyak juga pelanggan yang datang makan ke sini dan bilang ‘biasanya saya pesan di Grab’,” tandas Widya.

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved