Kerusuhan di Manokwari

Kerusuhan di Manokwari Berawal dari Konten Negatif di Medsos, Begini Cara Mudah Menyaring Kabar Hoax

Di media sosial, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, banyak beredar konten negatif yang memprovokasi.

Kerusuhan di Manokwari Berawal dari Konten Negatif di Medsos, Begini Cara Mudah Menyaring Kabar Hoax
Kolase Tribun Jabar (Instagram/@multimedia.humaspolri/KompasTV)
hoaks foto korban mahasiswa Papua yang dipukuli polisi di Surabaya 

TRIBUNJABAR.ID - Unjuk rasa berujung kerusuhan di Manokwari, salah satunya disebabkan oleh konten di media sosial.

Di media sosial, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, banyak beredar konten negatif yang memprovokasi.

Konten yang memprovokasi itu terkait dengan kabar penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, konten yang tersebar di media sosial itu bisa membangun opini, bahwa peristiwa penangkapan mahasiswa Papua adalah bentuk diskriminasi.

Dedi lalu mengungkapkan kejadian sebenarnya di Surabaya.

Ia mengatakan, penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya sudah selesai secara hukum.

Polisi awalnya mendapatkan laporan mengenai kabar adanya perusakan bendera merah putih di asrama mahasiswa Papua.

Konten Medsos Penangkapan Mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya Jadi Pemicu Kerusuhan di Manokwari

Lalu, polisi memeriksa beberapa mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut.

Hasilnya, tak ditemukan adanya unsur pidana.

Hingga akhirnya, polisi melepaskan mereka kembali.

Halaman
123
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved