Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya Datangi DPRD, Berharap Ada Perda Kebudayaan

Berharap ada Perda Kebudayaan, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) datangi kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (19/8/2019).

Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya Datangi DPRD, Berharap Ada Perda Kebudayaan
Tribun Jabar/Isep Heri
Audiensi Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) dengan DPRD Kota Tasikmalaya di kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (19/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Berharap ada Perda Kebudayaan, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) datangi kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (19/8/2019).

Di sana para pelaku seni menyampaikan keresahan melalui audiensi yang diterima wakil ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Muslim.

Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), Bode Riswandi mengatakan usulan mengenai Perda Kebudayaan di Kota Resik telah diusulkan sedari tahun lalu.

"Setahun lalu kami sudah usulkan, dan bicarakan UU kemajuan kebudayaan. Sampai sekarang tak ada lagi suara itu," kata Bode Riswandi.

Dalam audiensi, ditargetkan pada 2020 bisa disusun Raperda Kebudayaan, sementara tahun ini rencananya akan ada penyusunan akademik mengenai hal terkait.

"Kami usulkan dulu semua agar tidak dipelintir, EO yang mau berhajat di tasik wajib tampilkan putra daerah sebagai bintang tamu juga dan dibayar profesional. Itu salah satu perda yang muncul. Hal keuntungan banyak ketika regulasi diatur di antaranya," lanjut dia.

Dia menuturkan, pihaknya juga menyampaikan keresahan musisi Tasikmalaya.

"Menyusul adanya aturan sekarang mengenai penggunaan Gor tak boleh pertunjukan musik. Kalau tak boleh ruang mana alternatif gelaran musik?," tutur dia.

"Alhamdulillah tadi DPRD merespon dan akan pertemukan musisi serta KONI didampingi DKKT," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved