Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan 13/2003, Ratusan Massa Aksi FSBMigas - KASBI Geruduk DPRD Indramayu

Ratusan buruh yang tergabung dalam FSBMigas - KASBI Indramayu mengeruduk Kantor DPRD Kabupaten Indramayu, Jumat (16/8/2019)

Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan 13/2003, Ratusan Massa Aksi FSBMigas - KASBI Geruduk DPRD Indramayu
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Ratusan buruh yang tergabung dalam FSBMigas - KASBI Indramayu saat berdemo di depan Kantor DPRD Kabupaten Indramayu, Jumat (16/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ratusan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Migas - Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSBMigas - KASBI) Indramayu mengeruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Jumat (16/8/2019).

Mereka melakukan aksi penolakan terhadap revisi UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 tentang UU ketenagakerjaan (UUK) yang dinilai tidak pro terhadap kaum buruh.

Koordinator aksi, Hadi Kharis Kiandi mengatakan, rencana revisi tersebut semata-mata hanya memprioritaskan kepada kepentingan para pengusaha dan penguasa saja.

"Wacana itu harus dihapuskan karena mengancam kesejahteraan para buruh, apalagi para butuh outsourcing atau buruh kontrak," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Banyak Anggota DPRD Indramayu Bolos saat Siaran Langsung Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

Jokowi Singgung Soal Wakil Rakyat Saat Pidato di Sidang Tahunan MPR, Beberkan Kriteria Legislatif

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, para massa aksi memblokir Jalan Jenderal Sudirman Indramayu tepat didepan Kantor DPRD Kabupaten Indramayu.

Mereka berteriak meminta perlindungan menggunakan pengeras suara sembari merapatkan barisan.

"Tujuan kita ke sini untuk apa?" ujar Hadi Kharis Kiandi, yang dibalas dengan teriakan "Tolak revisi UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003," oleh pasukan aksi berseragam merah.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, terancamnya kesejahteraan kaum buruh karena wacana tersebut tidak hanya dirasakan oleh para buruh di Kabupaten Indramayu saja.

Melainkan, seluruh buruh yang ada di Indonesia juga akan terancam kesejahteraannya oleh perevisian UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 itu.

Dirinya berpendapat, keseluruhan usulan revisi versi pengusaha ini, tidak lebih dari upaya untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya di atas penderitaan kaum buruh dan rakyat Indonesia.

Beruntung aksi tersebut berlangsung tertib dan aman. Para perwakilan buruh pun dipersilahkan untuk beraudiensi dengan Anggota DPRD Kabupaten Indramayu.

Ada sebanyak 6 poin yang dituntut para buruh, yaitu:

1. Penciptaan sistem kerja yang lebih fleksibel (perluasan sistem kontrak, outsourcing, dan pemagangan).
2. Penghapusan atau pengurangan pesangon.
3. Tentang pengupahan.
4. Fleksibilitas jam kerja.
5. Serikat pekerja dan hak mogok
6. Tenaga kerja asing.

KONSENTRASI Pemain Persib Bandung Buyar Usai Pemecatan? Posisi Makin Terpuruk? Ini Kata Sang Legenda

Persib Bandung Coret 3 Pemain, Robert Sebut Pemain Tua, Tanpa Seleksi hingga Bidik Pemain Lokal Baru

PT PBB Ungkap Latar Belakang 3 Pemain Persib Bandung Dicoret dan Langsung Umumkan Penggantinya

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved