HUT ke-74 RI, Wali Kota Langsa di Aceh Larang Lomba Panjat Pinang, Sebut Warisan Belanda

Menyambut perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia, Wali Kota Langsa Usman Abdullah melarang warganya menggelar lomba panjat pinang.

HUT ke-74 RI, Wali Kota Langsa di Aceh Larang Lomba Panjat Pinang, Sebut Warisan Belanda
Tribunjabar/Firman Wijaksana
ilustrasi lomba panjat pinang 

TRIBUNJABAR.ID, LANGSA - Menyambut perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia, Wali Kota Langsa Usman Abdullah melarang warganya menggelar lomba panjat pinang.

Alasannya, lomba tersebut dianggap bukan budaya asli Indonesia, melainkan warisan Belanda saat masih menjajah Indonesia.

“Panjat pinang itu peninggalan kolonial Belanda dan tidak ada unsur edukasinya kegiatan itu. Sehingga, Pak Wali mengimbau seluruh rakyat tidak menggelar lomba panjat pinang di Kota Langsa,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokoler Pemerintah Kota Langsa M Husin, seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (16/8/2019).

Rumah Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Kebakaran, Diduga Sengaja Dibakar Orang Tak Dikenal

Mahasiswi di Aceh Tersangkut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Ini Penjelasan Polisi

Husin mengatakan, kebijakan melarang lomba panjat pinang itu juga sudah dibahas dalam rapat panitia peringatan HUT ke-74 RI pada 17 Agustus 2019 mendatang.

Menurut Husin, Pemerintah Kota Langsa sudah menyurati sejumlah pihak terkait larangan lomba panjat pinang.

Surat dilayangkan kepada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), seluruh kepala desa, perusahaan BUMN, perusahaan swasta, serta berbagai pihak lainnya.

Meski demikian, menurut Husin, larangan itu baru sebatas imbauan.

Pemerintah Kota Langsa tidak akan memberikan sanksi kepada warga atau instansi yang melanggar.

“Tidak ada sanksi bagi yang menggelar larangan itu. Namun, alangkah baiknya agar lomba panjat pinang tersebut tidak digelar oleh seluruh elemen masyarakat,” kata Husin. (Kompas.com/Masriadi)

Bejat, Pimpinan Pesantren di Aceh Diduga Cabuli 15 Santri Hingga Trauma, Korban Disuruh Lakukan Ini

Di Aceh, Sepak Bola Dinilai Lecehkan Martabat Perempuan, Kata Forum Komunikasi Ulama

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved