Seorang Pria Ditangkap Polres Tasikmalaya, Pesan 2.000 Butir Pil Hexymer, Dikirim Jasa Pengiriman

Polisi ungkap peredaran obat terlarang hexymer. Dikirim via jasa pengiriman dari Jakarta ke Tasikmalaya.

Seorang Pria Ditangkap Polres Tasikmalaya, Pesan 2.000 Butir Pil Hexymer, Dikirim Jasa Pengiriman
NAZMI ABDURRAHMAN
Ilustrasi pil hexymer. Foto tak ada kaitannya dengan berita. 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Tasikmalaya menggagalkan aksi peredaran obat terlarang melalui jasa pengiriman barang.

Polisi juga menangkap pemilik serta mengamankan barang bukti obat jenis hexymer.

Terbongkarnya peredaran obat terlarang ini berkat kejelian perusahaan pengiriman di Jakarta yang curiga terhadap barang yang akan dikirim ke Tasikmalaya.

Perusahaan ekspedisi barang itu kemudian mengontak Polres Tasikmalaya.

"Kami menerima informasi dari perusahaan jasa pengiriman barang soal pengiriman barang mencurigakan dari Jakarta menuju Tasikmalaya. Kemudian kami melakukan penyelidikan dan ternyata benar," kata PLH Kapolres Tasikmalaya, AKBP Sunarya, didampingi Kasatnarkoba, AKP Ngadimin, saat ekspos di Mapolres, Kamis (15/8/2019).

Setelah diketahui identitas pemiliknya, Riki Nurjaman, warga Sindangsari, Desa Pancawangi, Kecamatan Pancatengah, kata AKBP Sunarya, langsung dilakukan penggerebekan.

Petugas menemukan sedikitnya 2.000 butir hexymer dan Riki pun ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan.

Dalam pemeriksaan Riki mengakui membeli obat terlarang tersebut dari Jakarta untuk diedarkan kepada anak-anak muda di wilayahnya dengan harga Rp 15.000 per butir.

Hexymer diketahui bisa memberikan efek fly bagi penggunanya.

"Di wilayah hukum Polres Tasikmalaya ini modus baru. Biasanya pembelian dilakukan saling bertemu. Ini menggunakan jasa pengiriman barang. Beruntung pihak perusahaan jeli dan lapor kepada kami," ujar AKBP Sunarya.

Riki dijerat pasal 196 junto pasal 198 UU nomor 36 tahun 2019 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved