Seluruh Lahan Pertanian di Cipatat KBB Terdampak Kekeringan, 7 Desa Ini yang Paling Parah

Lahan Pertanian di Semua Desa, Kecamatan Cipatat Terdampak Kekeringan, 7 Desa ini yang Paling Parah

Seluruh Lahan Pertanian di Cipatat KBB Terdampak Kekeringan, 7 Desa Ini yang Paling Parah
Tribun Jabar/Isep Heri
Ilustrasi-- Lahan persawahan retak-retak akibat kekeringan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIPATAT- Hampir semua desa di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat ( KBB ), terdampak kekeringan saat musim kemarau tahun ini, terutama untuk lahan pertanian atau pesawahan.

Camat Cipatat, Iyep Tamchur Rahmat menga­takan, desa yang lahan pertaniannya sudah terdampak kekeringan itu di antaranya, Desa Sumur Bandung, Sarimukti, Kertamukti, Mandalasangi, Mandalawangi, Rajamandala, dan Ciptaharja.

"Sebetulnya semua desa di sini sudah terdampak kekeringan. Disini total ada 12 desa, tapi yang paling parah mengalami kekeringan ada di tujuh desa itu," ujarnya ketika ditemui Tribun Jabar di Kantor Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (15/8/2019).

Ia mengatakan, saat ini sebagian kepala desa di Kecamatan Cipatat, sudah berupaya untuk membuat sumur bor di setiap wilayah yang mengalami kekeringan tersebut.

"Sebagian wilayah pertanian di sini, saat musim kemarau tahun ini lahannya tidak digunakan untuk menanam tanaman apapun. Kecuali kalau lahan pertaniannya ada dekat sungai," katanya.

Imbas Kekeringan, Petani di Jagapura Cirebon Protes Soal Tata Pengairan, Ancam Pindah Ke Indramayu

ASN Kerja di Rumah, Hengky Kurniawan: Di KBB Perlu Waktu 5 Sampai 10 Tahun

Sementara pihaknya saat ini sudah memfasilitasi dengan melaporkan wilayah yang sudah terdampak kekeringan itu ke Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung Barat agar segera bisa mendapat bantuan.

"Alhmadulillah kalau lahan pertaniannya dekat dengan sungai masih bisa dimanfaatkan tapi untuk irigasi yang kekeringan itu nanti kami berkoordinasi lagi dengan Pemda," ucapnya.

Untuk lahan pertanian yang terdampak kekeringan itu, lanjut Iyep, nantinya bisa memanfaatkan air dari Sungai Cibeta. Namun hal tersebut membutuhkan bantuan karena lokasinya cukup jauh.

Sementara untuk air bersih saat ini, kata Iyep masih aman, sehingga semua warga di 12 desa tersebut tidak terlalu kesulitan untuk keperluan sehari-hari saat musim kemarau tahun ini.

"Kalau untuk air bersih, Alhamdulillah masih aman. Untuk musim kemarau tahun ini hanya lahan pertanian saja yang terdampak kekeringan," kata Iyep.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved