Satu Calon Menteri Jokowi Sekarang Jadi Kepala Daerah, Siapa Dia?
Jokowi menyebut bakal ada satu kepala daerah jadi menteri dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jokowi menyebut bakal ada satu kepala daerah jadi menteri dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin.
Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu pimpinan redaksi media massa di Istana Merdeka.
Jokowi yang sempat ragu lantaran tidak persis ingat, menjadi mantap menjawab akan ada kepala daerah yang akan menjadi menteri.
Hal itu terjadi saat Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan lewat anggukan.
"Iya Pak, ada satu," ujar Pratikno.
Disebut-sebut bakal masuk Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memberikan tanggapannya.
Menurut Olly Dondokambey, hal itu bukan bukan urusannya.
Ia pun tak mau menanggapi lebih jauh soal kemungkinan penunjukkan dirinya sebagai menteri.
• Kondisi Bayi N Sempat Memprihatinkan, Tunggui Jasad Ayah yang Membusuk, Sekarang Kondisinya Begini
• Ini Dia Sosok Penyiram Bensin yang Sebabkan 3 Polisi Cianjur Terbakar Hidup-hidup
• Profil Tiga Pemain Asing Anyar Persib Bandung, Mereka Bukan Pemain Sembarangan
"Soal menteri itu bukan urusan saya. Itu rusan Presiden dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri," ujar Olly Dondokambey saat ditemui di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (15/8/2019).
Meski demikian, menurut Olly Dondokambey, apabila memang ditugaskan oleh partai untuk menjadi menteri, dia tidak bisa menolak. "Sebagai anggota partai harus siap ditempatkan di mana saja," kata Olly Dondokambey.
Olly Dondokambey juga mengaku berterima kasih bisa kembali masuk menjadi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
Dalam Kongres V PDIP di Bali, beberapa waktu lalu, Olly Dondokambey ditunjuk sebagai Bendahara Umum PDIP.
"Sangat berterima kasih karena Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang dimandatkan oleh Kongres V PDI-P untuk memilih pembantu-pembantunya. Saya termasuk dipilih kembali menjadi pembantunya," ujar Olly Dondokambey.
Soal pernyataan dirinya yang menyebutkan Wakil Gubernur Steven Kandouw siap-siap menjadi Gubernur, Olly Dondokambey hanya menjawab singkat.
Olly Dondokambey hanya menjawab secara normatif dengan menyatakan bahwa seorang wakil harus siap menggantikan sewaktu-waktu.
"Memang harus siap," kata Olly Dondokambey.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Ditanya Kemungkinan Jadi Menteri, Ini Kata Olly Dondokambey
Sejumlah Menteri Dipertahankan Atau Bertukar Posisi
Jokowi menyebut ada beberapa menteri yang bertahan di kabinet, entah di posisinya saat ini atau menempati posisi yang lebih strategis dengan kewenangan lebih luas.
Menurut Jokowi, menteri yang bertahan adalah menteri yang jelas implementasi kebijakannya.
"Tidak hanya merombak, membongkar, tetapi juga melakukan perbaikan atas perombakan dan pembongkaran itu," jelas Jokowi.
Jokowi akan mempertahankan menteri yang bisa mengkesekusi masalah dengan baik, meskipun kerap tidak disukai oleh publik.
Sebaliknya, dia tidak akan segan mengganti menteri yang disukai publik tetapi sebenarnya menimbulkan masalah.
Terpisah, Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, memprediksi sejumlah nama yang mungkin masih akan menemani Jokowi lima tahun lagi.
Pertama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Lakonnya sebagai penjaga perairan Indonesia tak diragukan lagi.
Ia berada di garis terdepan jika ada kapal asing ilegal yang mencoba mengeruk sumber daya laut manusia.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambanag Brodjonegoro, juga diprediksi tetap berada di kabinet.
"Kan kalau digonta-ganti nanti berubah lagi program yang sedang berjalan saat ini."
"Mereka yang tahu masterplan, pemindahan ibu kota, jadi tidak bisa diganti," ulas Pangi kepada Kompas.com, Jumat (12/7/2019).
Nama lain yang diperkirakan masih aman di posisinya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Sebab, ada kebijakan yang sudah berjalan dan dirasa sulit untuk digantikan orang lain.
Sejumlah Menteri Tak Dipertahankan
Selain terdapat sejumlah menteri yang dipertahankan, Jokowi menyebut bakal ada menteri yang tidak tidak dipakai lagi.
Jokowi menyebut nama sebagai contoh, tetapi tidak untuk diberitakan.
Pangi Syarwi Chaniago memprediksi nama yang tak dipakai lagi adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dari Partai Kebangkitan Nasional (PKB).
Lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dari Partai Nasdem.
Keempatnya kini tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi meski baru sebatas saksi.
Pangi melanjutkan, nama menteri lainnya yang diperkirakan tergeser yakni sejumlah menteri yang pernah kena tegur dari Jokowi.
Menteri-menteri tersebut dianggap performanya kurang dalam mencapai target pemerintah.
Ia mencontohkan menteri-menteri yang kena tegur Jokowi saat sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu.
Mereka adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.
Lalu, Menteri Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil.
Dua Kementerian Baru
Jokowi mengaku akan membentuk dua kementerian baru di kabinet periode keduanya.
Kementerian tambahan itu adalah Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Investasi.
"Kita melihat perkembangan dunia yang begitu cepat dan pemerintah ingin merespons itu secara cepat, maka ada kementerian-kementerian baru," beber Jokowi.
Ada pun untuk pengumuman lengkap nama-nama yang akan mengisi kabinet barunya, Jokowi mengaku akan melihat momentum yang tepat.
"Kita melihat momentumnya. Mendesak atau tidak mendesak kebutuhan itu."
"Kita lihatlah, tetapi kalau kita lihat masyarakat menunggu, pasar juga menanti, sehingga sebetulnya semakin cepat diumumkan semakin baik, tetapi ini masih tetap kita hitung," tuturnya.
Menteri Muda
Menteri berusia muda dipastikan bakal mengisi kabinet Jokowi-Maruf Amin.
Menurut Jokowi, menteri muda itu usianya ada yang bawah 35 tahun, bahkan ada di bawah 30 tahun.
Jokowi mengatakan calon menteri muda tersebut berasal dari kalangan profesional.
Tak hanya itu, calon menteri itu memiliki pengalaman manajerial yang kuat.
"Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat," ungkap Jokowi.
Saat ditanya apakah calon menteri tersebut berasal dari perusahaan start up, Jokowi hanya tersenyum.
Ia menyebutkan banyak nama masuk saat menyaring nama-nama calon menteri muda.
"Tetapi saya mempertimbangkan kemampuan manajerialnya. Ada yang sangat percaya diri, tapi lemah manajerialnya," ujarnya.
Calon menteri muda ini nantinya akan menempati kementerian baru.
Maka dari itu, Jokowi menyebutkan yang dibutuhkan adalah manajerial kuat.
"Makanya dibutuhkan manajerial yang kuat," cetusnya.
Komposisi 45 Persen dari Parpol, PDIP Terbanyak
Jokowi menyatakan bahwa Kabinet Kerja pada periode mendatang akan diwarnai gabungan menteri dari profesional dan unsur partai politik.
Secara spesifik, Jokowi menyatakan bahwa komposisi menteri dari partai politik memiliki porsi yang sedikit lebih kecil ketimbang kalangan profesional.
"Partai politik bisa mengusulkan, tetapi keputusan tetap di saya. Komposisinya 45 persen," kata Jokowi.
Dengan demikian, maka perbandingan menteri dari kalangan profesional dengan unsur partai politik adalah 55 persen berbanding 45 persen.
Dengan komposisi ini, partai koalisi pendukung Jokowi akan mendapat 15 kursi, sementara sisanya 19 kursi akan diisi profesional.
Berdasarkan komposisi ini, Jokowi yakin pemerintahan akan berjalan secara efektif.
Apalagi, saat ini Jokowi didukung lebih dari 50 persen partai politik yang ada di parlemen.
Dalam Pemilu Legislatif 2019, partai pendukung Jokowi berhasil mendapatkan perolehan suara sekitar 62,71 persen suara nasional atau 60,3 persen kursi parlemen.
Partai tersebut adalah PDIP, Nasdem, Golkar, PKB, PPP, Hanura, PKPI, PSI, Perindo, dan PBB.
Jumlah dukungan ini lebih besar dibandingkan saat Jokowi menjadi kepala daerah, baik itu Wali Kota Solo atau Gubernur DKI Jakarta.
"Dulu waktu saya di Solo, di Jakarta, itu tidak masalah," ucap Jokowi.
Dalam kongres V PDIP, Kamis (8/8/2019) lalu, Jokowi menjamin bahwa PDIP bakal mendapatkan kursi terbanyak.
Jaminan itu disampaikan Jokowi menjawab permintaan Megawati agar menteri dari PDIP di Kabinet Jokowi-Maruf Amin lebih dari empat.
Meski tidak merinci berapa jumlah menteri dari PDIP di kabinet mendatang, Jokowi menjamin PDIP bakal dapat paling banyak dibanding parpol lain.
"Tapi yang jelas PDIP pasti yang paling terbanyak (jumlah menterinya). Itu jaminannya saya," tegas Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jokowi-blak-blakan.jpg)