Kebakaran di Bandung
UPDATE Pemilik Pabrik Plastik yang Terbakar Mengaku Rugi Rp 400 Juta, Sudah Tiga Jam Api Belum Padam
Pemilik pabrik plastik yang terbakar mengaku rugi Rp 400 juta. Sudah tiga jam, api belum padam.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemilik pabrik plastik yang terbakar di Jalan Babakan Cibeureum, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Peter (45), menaksir kerugian yang dialaminya mencapai Rp 400 juta.
"Mesin produksi semua habis, bahan plastik juga habis. Saya di sini mengontrak, jadi di sini beberapa bangunan dikontrakkan untuk usaha plastik, ada juga usaha styrofoam. Lahan saya luasnya sekira 1.000 meter persegi," kata Peter saat ditemui di lokasi kebakaran, Selasa (13/8/2019) malam.
Peter mengatakan bangunan pabrik yang dikontraknya terbuat dari bahan bambu (semi permanen).
Setiap harinya, usaha Peter beroperasi hingga pukul 18.00 WIB, kemudian, kembali beroperasi pukul 18.30 WIB.
Saat memulai aktivitas, seorang karyawan Peter mengaku melihat ada percikan api dari pabrik styrofoam yang ada di sebelah pabriknya.
Hanya ada istri Peter di lokasi, sementara ia ada di rumahnya yang tidak satu lokasi dengan pabrik.
Peter menambahkan, tidak ada cairan kimia yang berbahaya di dalam tempat usahanya.
Namun, plastik yang sudah diolah maupun yang belum, habis dilalap api.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Dadang Iriana mengatakan luas area tersebut sekitar 5.000 meter persegi dan area yang terbakar sekitar 3.000 meter persegi.
Dadang mengatakan, menurut pengakuan pemilik usaha kepadanya, api awalnya terlihat dari mesin pompa air yang mengeluarkan percikan api dan merambat ke bagian gudang dan pabrik plastik.
"Hingga pukul 21.00 WIB, pemadaman sudah mencapai 50 persen. Anggota kami berusaha untuk melakukan pemblokiran api agar tidak merambat ke bangunan lainnya," kata Dadang Iriana.
Di sekitar bangunan yang terbakar, terdapat bangunan permanen yang menurut Dadang Iriana sempat disambar api.
Namun petugas berhasil memadamkan api yang membakar gedung permanen tersebut.
Mengingat banyaknya peristiwa kebakaran, Dadang mengimbau agar masyarakat secara teliti memeriksa aliran listrik, jangan membakar sampah sembarangan dan jika membakar sampah harus ditunggu hingga api padam.
Pantauan Tribun Jabar di lokasi kebakaran, sudah lebih dari 20 unit mobil pemadam kebakaran hilir mudik menuju dan meninggalkan area kebakaran. Dadang mengaku kesulitan menjangkau sumber air.
"Sumber air utama ada di Jalan Supratman, cukup jauh, jadi kita manfaatkan aliran sungai, tapi kendalanya lagi adalah berhubung musim kemarau, debit air sungai pun sedikit," katanya.
Hingga pukul 21.55 WIB, di beberapa titik masih terlihat kobaran api dan petugas masih berusaha untuk memadamkan api.
Lebih dari tiga unit mobil yang turut terbakar.
Api sulit dipadamkan karena bahan di dalam pabrik terbuat dari plastik.
Diduga Arus Pendek
Kebakaran melanda gudang tempat penyimpanan plastik, di Jalan Babakan Cibeureum, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (13/8/2019).
Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Dadang Iriana mengatakan dugaan sementara api berasal dari hubungan pendek arus listrik.
"Kebakaran terjadi sekira pukul 19.08 WIB. Kondisi gudang ini pekerjanya sedang istirahat. Sementara, diduga terjadi karena listrik. Di dalam banyak barang-barang yang mudah terbakar," kata Dadang iriana di lokasi lebakaran.
Dadang Iriana menambahkan semua pasukan dikerahkan untuk memadamkan api.
Hitungan sementara, 20 unit pancar telah dikerahkan untuk memadamkan api.
Unit tersebut berasal dari pusat, unit timur, barat, dan selatan.
Hingga saat ini, proses pemadaman masih berlangsung.

Pantauan Tribun Jabar, sejumlah kendaraan roda empat dan lebih turut dilalap si jago merah di lokasi kejadian.
Petugas masih berusaha melakukan pemadaman api yang masih terlihat menyala.
Asap hitam yang tebal membumbung ke atas.
Dadang mengatakan, pihaknya terkendala jarak pengisian air dan lokasi kebakaran.

Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran juga terpantau dipadati oleh warga setempat.
Hal tersebut membuat petugas sedikit terhalang menuju lokasi.
Diperkirakan luas area yang terbakar sekitar 2.000 meter persegi.
Petugas kesulitan memadamkan api karena banyaknya bahan kimia di dalam gudang yang terbakar.

Hingga pukul 20.45 WIB, petugas masih berusaha melakukan proses pemadaman api.
Informasi sementara, tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petugas-berupaya-memadamkan-api-di-babakan-cibeureum.jpg)