Sejumlah Desa di Kabupaten Cirebon Sudah Terhubung dengan Pusluhdes

Distan Kabupaten Cirebon, menyebutkan, sejumlah desa disebagian kecamatan di Kabupaten Cirebon, sudah terhubung dengan aplikasi Pusluhdes

Sejumlah Desa di Kabupaten Cirebon Sudah Terhubung dengan Pusluhdes
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, menyebutkan, sejumlah desa disebagian kecamatan di Kabupaten Cirebon, sudah terhubung dengan aplikasi Pusat Penyuluh Desa (Pusluhdes) yang terhubung dengan Kementerian Pertanian.

Beberapa desa yang sudah terhubung yakni, Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, dan Desa Waled, Kecamatan Waled.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi, mengatakan, aplikasi tersebut dapat digunakan para petani untuk mengetahui informasi terkait harga komoditas, rencana produksi, hingga berbagai cara mudah memasarkan produk pertanian.

"Intinya, memudahkan para petani untuk produksi," kata Ali di Kantor Dinas Pertanian, Jalan Sunan Ampel, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (13/8/2019).

Pemkab Cirebon Dukung Petani Memasarkan Hasil Tani Secara Online

Adanya aplikasi tersebut pun, para kelompok tani bisa berkomunikasi tatap muka secara langsung dengan pihak pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan Kementerian Pertanian, melalui video conference.

Ali mengatakan, aplikasi tersebut pun memudahkan para petani menerima dan menyampaikan informasi seputar pertanian dari mulai dari hulu hingga hilir, tanpa harus mendatangi pusat pemerintahan untuk memberikan informasi.

"Contohnya, masalah kekeringan pun disampaikan secara cepat. Jadi nantinya, para petani bisa meningkatkan hasil produksi," katanya.

Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, adanya teknologi online saat ini, para petani di Kabupaten Cirebon, memiliki kesempatan untuk mendapatkan pasar yang lebih luas serta memjangkau lebih banyak konsumen.

"Masyarakat pun bisa mendapatkan hasil tani yang diinginkan, meskipun hanya memesan dari rumah, ini sudah zaman modern," kata Imron di Kantor Dinas Pertanian, Jalan Sunan Ampel, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (13/8/2019).

Jebolan Persib Bandung Wildansyah Bilang Begini di Jumpa Pers Jelang Persib Bandung vs Borneo FC

Robert Alberts: Persib Bandung Sudah Punya Rencana Siapa Pemain Dipertahankan, Dilepas, dan Direkrut

Imron mengatakan, beberapa produk unggulan hasil pertanian di Kabupaten Cirebon yang paling banyak diminati pasar luar, yakni komoditas padi dan buah mangga.

"Beras yang dikirim ke Jakarta, paling banyak itu dari Cirebon," kata Imron.

 Di Kabupaten Cirebon saat ini, kata Imron, sejumlah petani sudah memanfaatkan jaringan online untuk menjual produk pertanian, maka dari itu pihaknya akan terus mendukung para petani yang mau mengikuti perkembangan zaman.

 Imron menambahkan, pihaknya menganjurkan kepada seluruh petani untuk berkonsultasi dengan Dinas Pertanian yang memiliki program penyuluhan secara online, sehingga petani bisa memasarkan secara tepat.

"Yang sekarang menjual offline agar beralih juga ke online. Kami akan terus dorong untuk kemajuan petani," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved