Tiga Cara Ini Dilakukan untuk Memadamkan Api di Gunung Ciremai, tapi Kebakaran Berpotensi Meluas

Menginjak hari ke-5 kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai, kebakaran masih terjadi yang kini berpotensi

Tiga Cara Ini Dilakukan untuk Memadamkan Api di Gunung Ciremai, tapi Kebakaran Berpotensi Meluas
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Gunung Ciremai kebakaran 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Menginjak hari ke-5 kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai, kebakaran masih terjadi yang kini berpotensi bertambah meluas.

Beberapa upaya sudah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, dari pemadaman secara manual hingga pemadaman dengan 2 helikopter yang dikerahkan oleh BNPB.

Kepala BPBD Majalengka, Agus Permana mengatakan beberapa upaya yang sudah dilakukan dinilai tidak efektif.

Lantaran, menurutnya, dengan kebakaran yang sudah mencapai 379 hektare, dirasa sudah tidak mungkin menggunakan upaya pemadaman secara manual maupun dengan helikopter yang kapasitas kantongnya hanya 1.000 liter.

Peserta CPNS Lolos Terus Dibatalkan, BKPSDM KBB Sebut Ada Human Error

"Saya tadi bersama Dandim 0617/Majalengka mengusulkan beberapa tindakan yang harus diambil kedepannya untuk memadamkan api, semoga itu menjadi solusi," ujar Agus Permana, Senin (12/8/2019).

Lanjut Agus, usulan pertama yang ia sampaikan, yakni mengganti ukuran kantong air dengan kapasitas yang lebih besar.

Disampaikan dia, untuk kantong yang selama ini menggunakan ukuran kapasitas 1000 liter dinilai tidak efektif.

"Saya usulkan kantong air menggunakan kapasitas 4.000 liter hingga 5.000 liter. Hal itu untuk mengefektifkan pemadaman yang kini semakin meluas," ucap dia.

Usulan kedua, menurut Agus, yakni membuat hujan buatan.

Daftar Pemain Borneo FC yang Dibawa untuk Lawan Persib Bandung, Opa Gomez Cuma Angkut 19 Pemain

Hujan buatan dinilai efektif karena, kata Agus, hujan buatan dapat menjangkau wilayah yang luas dan cepat memadamkan api yang besar.

Untuk usulan ketiga, Agus menginginkan masyarakat wilayah Kabupaten Majalengka khususnya masyarakat yang berada langsung di sekitar Gunung Ciremai untuk melakukan solat Istisqa.

Dikatakan dia, salat Istisqa merupakan salat sunah untuk meminta diturunkannya hujan.

"Tadi kita sudah meminta masyarakat untuk salat istisqa meminta diturunkannya hujan," kata Agus.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved