KPU Kabupaten Bandung Ajukan Anggaran Hibah Rp 99 Miliar untuk Gelar Pilbup

KPU Kabupaten Bandung ajukan anggaran hibah Rp 99 miliar untuk menggelar Pilbup.

KPU Kabupaten Bandung Ajukan Anggaran Hibah Rp 99 Miliar untuk Gelar Pilbup
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Kantor KPU Kabupaten Bandung di Kompleks Taman Kopo Indah, Kecamatan Margahayu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Berdasarkan draf tahapan program pemilihan bupati dan wakil bupati, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung mengajukan anggaran hibah Pilbup 2020 sebesar Rp 99 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bandung.

Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya mengatakan Kabupaten Bandung menjadi salah satu kabupaten penyelenggara pemilihan bupati dan wakil bupati pada 2020 bersama 7 kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Adapun kota/kabupaten penyelenggara pilkada serentak di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Depok.

"Pengajuan anggaran Pemilihan Bupati 2020 masih berdasarkan draf, karena PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) untuk tahapan ini belum ada sampai detik ini. Kami sudah ada pembicaraan dengan tim asisten pemerintahan Kabupaten Bandung dan kebutuhan anggaran sebesar Rp 99 miliar," katanya saat ditemui di kantornya di Soreang, Senin (12/8/2019).

Menurutnya sambil menunggu tahapan dalam PKPU, rancangan anggaran biaya (RAB) Pilbup 2020 telah diajukan kepada Pemkab Bandung.

Dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tersebut nantinya harus sudah ditandatangani oleh Pemkab Bandung pada 1 Oktober 2019.

"Kami sudah menggelar pembahasan dua kali bersama tim asisten pemerintahan, angka itu secara prinsip dan lisan juga insya Allah oke (disetujui) walaupun belum ketok palu. Kemungkinan masih ada perubahan tapi tidak akan signifikan," ucap Agus Baroya.

Agus mengatakan pengajuan anggaran masing-masing kota/kabupaten penyelenggara pilbup sangat variatif.

Bahkan ada kota/kabupaten yang mengajukan anggaran melebihi dari KPU Kabupaten Bandung sekitar Rp 100 miliar lebih.

Namun Agus mengklaim dari 8 kota/kabupaten yang penyelenggara Pilbup di 2020 nanti, Kabupaten Bandung memiliki indeks pemilih (jumlah biaya per pemilih) paling kecil. Padahal jika dilihat dari luas wilayah dan jumlah DPT Kabupaten Bandung menjadi kabupaten terluas dengan jumlah DPT terbanyak.

"Ajuan kami sudah dilaporkan ke KPU Jabar, dan dari 8 kota/kabupaten ajuan kami paling rasional dengan indeks pemilih Rp 41 ribu per pemilih. Jadi untuk menentukan indeks pemilih, total biaya Rp 99 miliar dibagi jumlah DPT terakhir 2.360.659 jiwa pada pilpres kemarin," ucapnya.

Warga Keluhkan Antrean Panjang Pendaftaran KTP Elektronik di Disdukcapil Kabupaten Bandung

Cara Petani di Kabupaten Bandung Airi Sawahnya yang Kekeringan

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved