Kisah Sang Pemantau Gunung Tangkubanparahu, Tidur Cuma 2 Jam, Keluarga Sering Bertanya Kapan Pulang

Gunung Tangkuban Parahu erupsi. Di balik erupsi menurus Gunung Tangkubanparahu itu, ada perjuangan dari para pengamat gunung api.

Kisah Sang Pemantau Gunung Tangkubanparahu, Tidur Cuma 2 Jam, Keluarga Sering Bertanya Kapan Pulang
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Hendri Deratama (32). Ia merupakan petugas pengamat Pos Gunung Api Tangkuban Perahu. 

Bagaimana tanggapan keluarga ketika mengetahui tugas Bapak seberat ini, hingga harus kurang tidur dan kurang istirahat?

Ya, tidak apa-apa kalau keluarga tetap mendukung asalkan saya harus bisa menjaga kesehatan saja agar tidak sakit. Hanya saja keluarga suka menanyakan kapan pulang, karena selama ini saya jarang pulang, baru kemarin bisa pulang.

Gunung Tangkuban Parahu Ditutup Seminggu, Turis Hanya Lihat dari Pos Pemantauan

Selama memantau di pos ini memang biasanya waktu tidur itu bisa berapa jam?

Kalau pemantauan itu, kan, harusnya 24 jam, tapi karena ada petugas yang lain, lumayan bisa tidur 2 jam karena kan bisa gantian. Yang terpenting kondisi Gunung Tangkubanparahu, baik dari CCTV maupun seismograf ada yang memantau.

Sebetulnya selain melakukan pemantauan, apakah ada tugas yang lain karena setiap hari banyak orang datang ke pos ini?

Nah, itu sebetulnya tugas kami juga, karena saat kami bekerja sering ada petugas dari Polisi, BPBD, pengunjung juga masuk ke sini menanyakan kondisi Gunung Tangkubanparahu dan itu kami harus menjawab dan menjelaskan kondisi terkininya.

Kalau melihat tugas di sini harus mantau 24 jam, apakah jumlah petugas yang 4 orang itu sudah ideal?

Sebenarnya masih kurang, idealnya itu 5 hingga 6 orang. Kalau jumlahnya segitu pasti kami bisa merasakan istirahat yang sangat cukup. Kalau 4 orang buktinya kami sering kurang tidur, jadinya, ya, saat bekerja sering ngantuk juga. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved