Beredar Surat Stempel Merah "Rahasia" Berisi Nama Menteri Jokowi, Benar atau Hoax?

Beredar surat berstempel rahasia yang berisi pernyataan Joko Widodo yang sudah menetapkan menteri-menterinya. Apakah surat tersebut benar?

Beredar Surat Stempel Merah
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com. 

Beredar surat berstempel rahasia yang berisi pernyataan Joko Widodo yang sudah menetapkan menteri-menterinya. Apakah surat tersebut benar?

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Setelah kontestasi Pilpres 2019 usai, sering beredar surat di media sosial yang menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menetapkan nama-nama menterinya.

Baru-baru ini, kembali terjadi beredarnya risalah nama-nama menteri kabinet kerja jilid ll di grup WhatsApp yang diputuskan Presiden Jokowi di Istana Bogor pada Minggu (4/8/2019).

VIDEO-Vandalisme Anti Jokowi, Lapak Vermak Levis di Indramayu Jadi Sasaran

"Big hoax (bohong besar nama-nama menteri kabinet kerja )," ujar Triawan saat dihubungi Tribunnews.com, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Diketahui, pada Minggu (4/8), Presiden Jokowi mengadakan gathering untuk para menteri, kepala lembaga, dan mantan menteri bersama keluarga di Istana Bogor.

Menurut Triawan, kegiatan gathering berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, setelah terjadinya padamnya aliran listrik dari PLN yang terjadi dibeberapa wilayah Pulau Jawa.

"Ini kerjaan orang iseng (sebar kabar bohong nama-nama menteri kabinet kerja). Waktu ada event di Sentul pun hoax yang sama disebar, katanya ada rapat yang seperti itu (menentukan menteri).

Di surat hoax ada nama Pramono Anung, padahal beliau tidak ada di Sentul," tutur Triawan.

Baru-baru ini, kembali terjadi beredarnya risalah nama-nama menteri kabinet
Baru-baru ini, kembali terjadi beredarnya risalah nama-nama menteri kabinet kerja jilid ll di grup WhatsApp yang diputuskan Presiden Jokowi di Istana Bogor pada Minggu (4/8/2019). Belakangan surat ini disebut oleh Triawan Munaf sebagai hoaks.

Saat ini beredar foto yang menujukkan selembar kertas dan terdapat stempel berwarna merah dengan tulisan RAHASIA.

Dalam selembar kertas tersebut, tertulis Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Dalam Kabiner Kerja Jilid ll Periode 2019-2024.

Rektor Unwir Indramayu Geram Tembok Kampus Dicorat-coret Kelompok Anti Jokowi, Segera Dihapus

Tertulis juga, rapat dipimpin Presiden Jokowi dengan Sekretaris Rapat Pramono Anung di Ruang Garuda Istana Bogor, Minggu (4/8).

Adapun yang hadir ditulis wapres terpilih Ma'ruf Amin, ketua umum partai koalisi, dan sekretaris jenderal partai koalisi. (Tribunnews.com)

Megawati Minta Jatah Menteri, Nasdem Respons Begini

Partai Nasdem merespons pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal jatah menteri.

Partai Nasdem menilai wajar dan menghormati permintaan PDIP kepada Presiden Jokowi untuk mendapatkan banyak jatah kursi menteri pada Kabinet Kerja Jilid II. 

Nasdem hanya meminta agar pemberian jatah kursi menteri itu tetap proporsional bagi partai-partai politik pendukung Jokowi.

"Sesuai dengan jumlah kursi di parlemen, PDIP adalah pemenang pileg. Saya kira permintaan kursi paling banyak adalah hal yang wajar.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan (Jokowi) adalah proporsionalitasnya," kata Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Irma mengingatkan kemenangan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 bukan hanya kerja politik satu partai namun kerja bersama-sama sebagai satu Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Persoalan bahwa ada partai politik pengusung Jokowi-Maruf yang tidak lolos ambang batas parlemen, menurut Irma, Jokowi harus memberikan perhatian.

"Karena pada dasarnya, semua bergerak masif dengan keringat untuk memenangkan Pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin. Karena itu, teman-teman yang enggak punya kursi (di DPR) juga harus dipikirkan," lanjut Irma.

Nasdem diakui tidak pernah meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi.

Nasdem mempercayakan hal itu ke Jokowi.

"Berapapun (kursi menteri) yang diberikan Presiden, kami akan terima dan posisi apa pun yang disampaikan akan kami laksanakan," ujar dia. (Kompas.com).

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved