Warga Bandung Pengguna Transportasi Online Tak Setuju Tarif Ojol Naik

Pemberlakuan kenaikan tarif transportasi online di 123 kabupaten/kota mendapat beragam tanggapan dari masyarakat khususnya di Kota Bandung

Warga Bandung Pengguna Transportasi Online Tak Setuju Tarif Ojol Naik
Istimewa
Ilustrasi: Pengguna ojek online 

Sedangkan, Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, menuturkan, pihaknya akan mendukung dan siap melaksanakan perluasan tarif ojek online sesuai dengan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan RI pada Rabu (7/8/2019) lalu. Dimana Grab akan menyesuaikan aspek teknologi, seperti algoritma dan GPS untuk menerapkan skema tarif yang baru.

Terlebih menurutnya, Grab didirikan dengan semangat memaksimalkan manfaat teknologi bagi masyarakat luas. Kehadiran Grab di Indonesia telah memberi kontribusi pada sektor ekonomi sebesar 48,9 triliun dari peningkatan pendapatan mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike, mitra GrabFood, dan agen Kudo individual.

Selain itu, kehadiran Grab juga menyumbang kesejahteraan masyarakat Jabodetabek sebesar 46,14 triliun melalui surplus konsumen.

"Kami akan melakukan sosialisasi (perluasan tarif) kepada mitra pengemudi kami. Terlebih berdasarkan hasil survei terhadap mitra pengemudi pada bulan Mei 2019 lalu, kami menemukan bahwa kenaikan tarif berpengaruh positif terhadap pendapatan mitra pengemudi yakni sebesar 20-30 persen, disertai dengan jumlah orderan yang stabil," ujar Tri melalui pers rilis yang diterima Tribun Jabar, Kamis (8/8/2019).

Sebelumnya, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ahmad Yani mengatakan, bahwa mulai Jumat (9/8/2019) akan diterapkan peningkatan tarif jasa ojol Gojek dan Grab di 123 kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia

“Jadi semuanya baik di zona satu, dua, dan tiga bertambah kurang lebih menjadi 123 (kota dan kabupaten). Ini adalah yang segera dalam waktu nanti malam jam 00.00 WIB itu sudah mulai diberlakukan,” ujarnya di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (8/8).

Yani menegaskan, untuk kenaikan tarif itu sama dengan angka yang sebelumnya ditetapkan di masing-masing zona. Zona I mencakup daerah Jawa (non-Jabodetabek), Sumatera, dan Bali, tarif batas bawah sebesar Rp 1.850 per kilometer (km) dan batas atas Rp 2.300 per km. Sementara itu, tarif minimal atau dalam 4 km pertama yakni Rp 7.000 hingga Rp 10.000.

UPDATE! Inilah Tarif Parkir Kendaraan Mobil dan Motor di BIJB Kertajati

Zona II meliputi wilayah Jabodetabek, tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.000 per km dan batas atasnya Rp 2.500 per km. Sementara tarif minimal dalam 4 km pertama sebesar Rp 8.000 hingga Rp 10.000.

Sementara Zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Maluku, tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.100 per km dan batas atas sebesar Rp 2.600 per km. Sedangkan tarif minimal dalam 4 km pertama adalah sebesar Rp 7.000 hingga Rp 10.000.

“Tarif batas bawah sama seperti kemarin berdasarkan Keputusan Menteri nomor 348 mengenai tarif ojol,” ujar Yani.

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved