Warga Bandung Pengguna Transportasi Online Tak Setuju Tarif Ojol Naik

Pemberlakuan kenaikan tarif transportasi online di 123 kabupaten/kota mendapat beragam tanggapan dari masyarakat khususnya di Kota Bandung

Warga Bandung Pengguna Transportasi Online Tak Setuju Tarif Ojol Naik
Istimewa
Ilustrasi: Pengguna ojek online 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemberlakuan tarif kenaikan tarif bagi jasa layanan angkutan transportasi ojek berbasis daring atau ojek online (ojol) Gojek dan Grab di 123 kabupaten/kota di Indonesia mulai Jumat (9/8/2019), mendapat beragam tanggapan dari masyarakat khususnya para pengguna jasa layanan tersebut.

Anne Priantine (30), satu di antara pengguna transportasi online mengatakan tidak setuju dengan rencana kebijakan itu.

Terlebih, warga Riung Bandung ini kerap memanfaatkan jasa layanan berbasis daring tersebut untuk keperluan transportasi maupun pengiriman barang.

"Kalau saya sih tidak setuju, soalnya dengan meningkatnya tarif dari ojol, maka saya harus mengatur ulang biaya pengeluaran bulanan dan produksi yang telah berjalan selama ini. Apalagi hal ini juga bisa berpengaruh bagi pelaku usaha lainnya yang juga sering menggunakan jasa ojol ini untuk mengantarkan produk jualannya," ujarnya saat ditemui di Jalan Saluyu, Komplek Riung Bandung, Kamis (8/8/2019).

Tarif Baru Ojek Online Gojek dan Grab Mulai Berlaku Per Jumat 9 Agustus, Pukul 00.00 WIB

Hal senada pun dikeluhkan oleh Desi Nurmala Sari (24) seorang karwawati Bank daerah Jawa Barat. Menurutnya kenaikan tarif ojol akan cukup memberatkan dirinya dan pengguna jasa transportasi daring lainnya yang setiap hari memanfaatkan jasa tersebut untuk pergi dan pulang menuju tempat kerja masing-masing.

"Ya enggak setuju lah, biarpun kenaikannya (tarif) engga seberapa, tapi nanti pasti bakal ada pengaruh dari keinginan masyarakat untuk menggunakan ojol, soalnya ada beban lebih yang harus di keluarkan," ucapnya saat ditemui di Jalan Sudirman, Kota Bandung.

Sementara itu, VP Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say, menjelaskan, berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348/2019 terkait penambahan kabupaten/kota yang akan diterapkan kenaikan tarif ojol baru.

Oleh karena itu, pihaknya akan menerima dan mematuhi instruksi arahan tersebut dengan menyesuaikan biaya jasa di wilayah tambahan yang ditentukan mulai Jumat (9/8/2019).

"GOJEK memiliki misi yang sama dengan pemerintah untuk memastikan pendapatan mitra driver yang berkesinambungan dan mendukung iklim persaingan yang sehat. Maka sebagai ekosistem karya anak bangsa, GOJEK akan terus menjadi yang terdepan dalam memastikan kepuasan mitra dan pengguna layanan GOJEK," ujarnya melalui pers rilis yang diterima Tribun Jabar, Kamis (8/8/2019).

Diarahkan ke Jalan Sepi, Driver Ojek Online Dibacok Penumpang, Dompet dan Motor Dirampas

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved