Ditangkap KPK, Anggota DPR Nyoman Dhamantra yang Minta Fee Rp 1.800/kg dari Bawang Putih Impor

Hasto menuturkan, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri telah berulang kali mengingatkan para kadernya untuk menghindari perilaku korupsi.

Ditangkap KPK, Anggota DPR Nyoman Dhamantra yang Minta Fee Rp 1.800/kg dari Bawang Putih Impor
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Dhamantra (kiri) seusai mendatangi Kejati Bali didampingi Wakajati Bali, Ida Bagus Wiswantanu Selasa (17/10/2017). 

TRIBUNJABAR.ID, DENPASAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap impor bawang putih.

Selain Nyoman Dhamantra, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka.

Sebelumnya total KPK menangkap 13 orang pada serangkaian operasi tangkap tangan selama dua hari, Rabu (7/8/2019) dan Kamis (8/8/2019).

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan enam orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Tukang Es Campur Tewas Dibantai di Kasur, Istri Jadi Otak Pembunuhan, Selingkuhan Jadi Eksekutor

Ada Apa dengan Wasit di Laga Persela vs Persib Bandung? Supardi Sampai Sebut-sebut Masa Depan Bangsa

Ke-lima tersangka lainnya yakni, Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), Zulfikar (ZFK).

Ketiganya merupakan tersangka pemberi duit suap.

Kemudian dua orang tersangka lainnya, yaitu Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan Nyoman Dhamantra dan Elviyanto (ELV) ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Nyoman.

Agus menuturkan kronologi penangkapan.

Awalnya, KPK mendapat informasi terkait dugaan suap tersebut.

Chandry alias Afung pemilik PT Cahaya Sakti Agro dan Doddy bekerja sama mengurus izin impor bawang putih tahun 2019.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved