Ahok BTP Jadi Sosok Istimewa, Ini Alasan Megawati Sebut Nama Ahok di Tengah Ribuan Peserta Kongres

Sosok Ahok BTP atau bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama menjadi peserta Kongres V PDIP di Bali yang namanya disebut langsung oleh Ketua Umum PDIP.

Ahok BTP Jadi Sosok Istimewa, Ini Alasan Megawati Sebut Nama Ahok di Tengah Ribuan Peserta Kongres
kompas.tv
Ahok hadir di Kongres PDIP 

TRIBUNJABAR.ID, SANUR — Sosok Ahok BTP atau bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama menjadi peserta Kongres V PDIP di Bali yang namanya disebut langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Megawati menyebut Ahok BTP adalah kader PDIP.

Megawati kemudian membahas nama Ahok yang oleh kebanyakan orang tidak diperkenankan untuk disebut lagi.

"Namanya Ahok, ya saya panggil Ahok, kenapa tidak boleh," ujar Megawati.

Dia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia banyak bicara soal Pancasila, demokrasi, gotong royong.

Tapi masih banyak yang membeda-bedakan ras dan agamanya. Megawati ingin semua orang mendapatkan kehormatannya dan dihargai.

PDIP Persilakan Ahok Menata Dulu Kehidupannya, Kalau Urusan Politik Nanti Saja

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eriko Sotarduga membeberkan alasan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), saat menyampaikan pidato politik dalam Kongres V PDI-P.

Eriko mengatakan, Mega sengaja menyebut nama Ahok karena Ahok dinilai sebagai simbol bahwa PDI-P memerangi politik identitas.

"Di tengah esensi pelbagai perbedaan, di tengah sekarang problem radikalisme ya, problem politik identitas, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya prinsip kita saling menghargai, saling bertoleran, saling menghormati," kata Eriko kepada wartawan, Kamis (8/8/2019) malam.

Baca juga: Ikuti Kongres PDI-P, Ahok: Partai Ini Sangat Ideologis dan Jelas Nasionalis Eriko mengatakan, disebutnya nama Ahok juga menandakan bahwa Megawati tidak melupakan Ahok meski baru tercatat sebagai kader PDI-P dan sempat bermasalah dengan hukum.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved