Tekan Ketergantungan Plastik, DLH Indramayu Dorong Pembangunan Pabrik Sedotan dari Kertas

DLH Kabupaten Indramayu terus berusaha menekan ketergantungan penggunakan bahan dasar plastik di tengah-tengah masyarakat.

Tekan Ketergantungan Plastik, DLH Indramayu Dorong Pembangunan Pabrik Sedotan dari Kertas
shutterstock
Ilustrasi: wanita gigit sedotan 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu terus berusaha menekan ketergantungan penggunakan bahan dasar plastik di tengah-tengah masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Indramayu, Aep Surahman mengatakan, salah satu upaya, yakni sekarang ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak swasta guna pembangunan pabrik sedotan dari kertas di Indramayu.

"Kertas yang digunakan juga kertas khusus untuk makanan dan ramah lingkungan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di ruangannya, Kamis (8/8/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, Kamis (8/8/2019).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, Kamis (8/8/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Dijelaskan Aep Surahman, pabrik sedotan kertas itu sekarang ini masih dalam tahap perencanaan pembangunan dan diharapkan dengan terproduksinya sedotan ini dalam skala industri nanti dapat mengantikan penggunakan sedotan plastik di masyarakat.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Bupati Indramayu, Supendi terkait pembatasan penggunaan kantung plastik.

"Pemerintah juga tidak bisa semerta-merta membuat kebijakan pengurangan pemakaian plastik tanpa ditunjang dengan sarana dan prasarana, nanti masyarakat mau sedot pakai apa," ucap dia.

Diakui Aep Surahman, pembatasan pengunaan peralatan berbahan plastik sekarang ini masih bersifat imbauan dan belum ada petenapan sanksi.

Sehingga apabila pabrik tersebut sudah mulai beroperasi, pemerintah akan memaksimalkan kebijakan khususnya pengurangan sedotan plastik di Kabupaten Indramayu.

"Ini bentuk solusi yang ditawarkan, kita sediakan dulu sarana dan prasarananya," kata Aep Surahman.

Luas Lahan Puso di Indramayu Sudah Mencapai 7.500 Hektare Sawah

Taufik Hidayat Maju Jadi Wakil Bupati, Dampingi Bupati Indramayu Supendi

Sementara itu, dirinya menjelaskan, ketergantungan masyarakat terhadap kantung plastik sekarang ini sudah menjadi kebutuhan primer di semua lini kehidupan, termasuk sebagai wadah makanan.

Terlebih yang menjadi bahaya adalah apabila sampah plastik itu dibuang sembarangan sehingga menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan tidak sehat.

Dijelaskan Aep Surahman, plastik-plastik ini tidak mudah hancur dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai.

"Apalagi plastik yang daur ulang bewarna hitam itu, baunya saja kan sangat menyengat, plastui itu juga kan mengandung mikro plastik yang sangat berbahaya jika masuk kedalam tubuh," ucapnya.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved