Kronologi Enzo Zenz Allie Viral Dituduh Jadi Simpatisan Organisasi Terlarang,Jejak Digital Dibongkar

Berdasarkan kronologinya, viralnya Enzo Zenz Allie bermula dari video yang diunggah channel TNI AD.

Kronologi Enzo Zenz Allie Viral Dituduh Jadi Simpatisan Organisasi Terlarang,Jejak Digital Dibongkar
Kolase Tribun Jabar (Tribun Jogja dan Youtube/Commando News)
Kronologi Enzo Zenz Allie viral hingga dituduh sebagai simpatisan organisasi terlarang, jejak digitalnya dibongkar. 

Namun, saat Tribunjabar.id mencoba link akun Enzo dan ibunya yang dibagikan Salman Fariz, dua akun tersebut sudah tidak bisa diakses.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu langsung buka suara.

Ia menyebut, jika Enzo Zenz Allie terbukti simpatisan HTI, maka meminta untuk diberhentikan dari Akmil.

"Kalau benar, saya suruh berhentiin," katanya dilansir dari Kompas.com.

Di sisi lain, pihak TNI pun turut buka suara atas beredarnya kabar tersebut.

Dilansir Tribunjabar.id dari Tribun Jakarta, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menegaskan, pihaknya sudah melakukan perekrutan berdasarkan prosedur.

"Sampai tingkat empat kita telusuri. SOP kita begitu. Kodim, Koramil dilibatkan untuk meneliti orangtuanya dan keluarganya," ujarnya.

Penelusuan latar belakang setiap calon taruna Akmil ini disebut diawasi secara periodik.

Enzo disebut bisa lulus calon taruna Akmil karena sudah melewati berbagai seleksi.

Mulai dari administrasi, kesehatan, jasmani, kepribadian melalui psikotes, akademis, terakhir mental ideologi.

"Kami juga punya sistem penyaringan lagi. Jadi, orang-orang yang sedang di dalam pendidikan, terutama pendidikan perwira itu juga terus kita dalami, karena kami di TNI tidak ingin tersusupi oleh orang-orang yang memiliki paham radikal," katanya.

Ia mengaku, hal ini tak berlaku bagi Enzo saja, tetapi juga yang lainnya.

"Tidak hanya Enzo tapi prajurit taruna yang lain juga kita telusuri dan kita dalami," ujarnya.

Ia pun menyebut, jika ada taruna yang terpapar ideologi terlarang bisa saja dikeluarkan, meskipun sedang dalam proses pendidikan.

Hidup Enzo Zenz Ellie Setelah Ayah Wafat, Bule Prancis Lulus Akmil Bertekad Jadi Tentara Sejak TK

Cerita Enzo Bisa Pindah ke Indonesia

Saat sidang pantukhir, Jumat (2/8/2019) di Magelang, Enzo dihampiri Panglima TNI.

Ia yang berdiri tegap dan bertelanjang dada, pandangannya tetap lurus ke depan.

Kemudian, Hadi Tjahjanto melontarkan pertanyaan dalam bahasa Prancis.

Enzo pun memberikan jawaban dalam bahasa yang sama.

Keduanya tampak lancar berkomunikasi menggunakan bahasa Prancis.

Rupanya, bule berusia 18 tahun ini lahir di Prancis.

Ayahnya, Jeans Paul Francois Allie memang orang Prancis, tepatnya berasal dari Paris.

Sementara itu, sang ibu, Siti Hajah Tilaria merupakan orang Sumatera Utara.

Ia pun tumbuh dan tinggal bersama orangtuanya di Prancis.

Namun, sang ayah meninggal pada tahun 2012.

Kala itu, usia Enzo masih 13 tahun.

Kemudian, ia pun bertandang ke negeri sang ibu untuk melanjutkan sekolah.

Rupanya, bule yatim ini memutuskan, mengenyam pendidikan SMP di sebuah pesantren, di kawasan Serang, Banten.

"Kamu ingin jadi apa?" tanya Panglima TNI Hadi Tjanjanto dalam video yang diunggah channel TNI AD.

Mendengar pertanyaan itu, secara sigap dan lantang, ia pun melontarkan jawaban tak terduga.

"Siap infanteri komando," ujarnya.

Jawaban Enzo pun membuat Panglima TNI terperangah.

Ia tersenyum dan orang-orang di sekitarnya pun ikut bereaksi.

Kemampuan fisik Enzo yang ingin menjadi anggota Kopassus ini tak bisa dianggap remeh.

Dalam satu menit, Enzo mampu melakukan 50 kali push up.

Kemudian, ia pun bisa 50 kali sit up, dan 19 kali pull up dalam semenit.

Tak hanya itu, ia pun bisa berenang sejauh 50 meter dalam waktu satu menit.

Kemudian, ia pun bisa berlari kencang sejauh 7,5 putaran kali 400 meter dalam waktu 12 menit.

Selain fisiknya yang kuat, bule yatim ini menguasai berbagai bahasa asing.

Ia ternyata mahir berkomunikasi dalam empat bahasa.

Mulai dari bahasa Inggris, Prancis, Itali, hingga Arab.

Penulis: Widia Lestari
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved