Cerita Tongkat Mbah Moen yang Hilang Bertahun-tahun, Ditemukan Santrinya di Makkah

Ia menceritakan ada seorang santri Mbah Moen yang melaksanakan ibadah haji dan berniat untuk membelikan oleh-oleh untuk Mbah Moen.

Cerita Tongkat Mbah Moen yang Hilang Bertahun-tahun, Ditemukan Santrinya di Makkah
Kolase Tribun Jabar dan Twitter @sudjiwotedjo
Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek, KH Mustofa Aqiel Siradj dan KH Maimun Zubair alias Mbah Moen membawa tongkat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek sekaligus menantu KH Maimun Zubair, KH Mustofa Aqiel Siradj, mengakui banyak kejadian di luar nalar manusia yang dialami mertuanya.

Peristiwa semacam itu tidak hanya terjadi satu atau dua kali, namun berkali-kali.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Muh itu, hal tersebut merupakan karomah dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang bertakwa.

"Misalnya itu soal tongkat Mbah Moen yang hilang dan ditemukan lagi 7 tahun kemudian," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj saat ditemui di Pondok Pesantren Khas Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/8/2019).

Ia menceritakan ada seorang santri Mbah Moen yang melaksanakan ibadah haji.

Pengasuh Ponpes Khas Kempek, KH M Mustofa Aqiel Siradj (kiri), dan istrinya, Nyai Hj Shobihah Maimoen (kanan), saat ditemui di Ponpes Khas Kempek Pondok Pesantren Khas Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/8/2019).
Pengasuh Ponpes Khas Kempek, KH M Mustofa Aqiel Siradj (kiri), dan istrinya, Nyai Hj Shobihah Maimoen (kanan), saat ditemui di Ponpes Khas Kempek Pondok Pesantren Khas Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/8/2019). (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Santri tersebut berencana membelikan oleh-oleh untuk Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang, itu.

Pada mulanya santri itu ingin membelikan kain serban ( yang biasa disebut sorban) untuk Mbah Moen.

Namun, si santri secara tiba-tiba mengurungkan niatnya karena Mbah Moen dipastikan telah memiliki banyak serban.

"Lalu santri itu akhirnya memutuskan membeli tongkat untuk Mbah Moen, karena beliau sudah sepuh sering bawa tongkat untuk berjalan," kata KH Mustofa Aqiel Siradj.

Mbah Moen Selalu Naik Haji dari Biaya Sendiri, Padahal Ada yang Siap Membiayai

Kisah Mbah Moen di Usia Tua Menurut Putri Ketiganya, Tetap Semangat Gemar Mengaji Kitab Kuning

Sanad Keilmuan Mbah Moen Dikenal Hingga Ulama Luar Negeri, Saat Haji Banyak yang Sowan

Halaman
12
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved