Berkas Kasus Penyalahgunaan Dana BPJS RSUD Lembang Rp 7 Miliar Lebih, Dilimpahkan ke Kejati Jabar

Berkas dan tersangka kasus penyalahgunaan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) RSUD Lembang, akan dilimpahkan dari Polda Jabar ke Kejaksaan

Berkas Kasus Penyalahgunaan Dana BPJS RSUD Lembang Rp 7 Miliar Lebih, Dilimpahkan ke Kejati Jabar
Tribunjabar/Nandri Prilatama
RSUD Lembang KBB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berkas dan tersangka kasus penyalahgunaan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) RSUD Lembang, akan dilimpahkan dari Polda Jabar ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada Kamis (8/8/2019).

Hal itu disampaikan Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Abdul Muis Ali, kepada wartawan.

"Perihal waktunya, belum diketahui," kata Abdul Muis Ali, Kamis (08/8/2019).

Dua Mantan Pejabat RSUD Lembang Jadi Tersangka, Begini Kata Wabup KBB Hengky Kurniawan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa penyalahgunaan dana BPJS tersebut berlangsung pada 2017 hingga 2018.

"Kedua tersangka merupakan Kepala dan Bendahara UPT RSUD Lembang periode tahun 2017 hingga 2018," kata Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (06/8/2019) di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Kota Bandung.

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa pada periode 2017, pihak UPT RSUD Lembang mengklaim dana BPJS senilai Rp 5,522 miliar secara bertahap.

Sedangkan pada tahun 2018 hingga bulan September 2018, senilai Rp 5,885 miliar.

Sehingga dana klaim BPJS RSUD Lembang mulai dari tahun 2017 hingga September 2018 yang masuk rekening RSUD Lembang ialah senilai Rp 11, 407 miliar.

Dana tersebut seharusnya disetorkan ke Kas Daerah Kabupaten Bandung Barat sebagai pendapatan daerah pada APBD Kabupaten Bandung Barat.

Kedua wanita mantan pejabat UPT RSUD Lembang tersebut menyalahgunalan dana tersebut dengan cara hanya menyetorkan Rp 3,712 miliar. Hal tersebut dilihat dari bukti setoran dari tahun 2017 hingga 2018.

Sementara sisa dana senilai Rp 7,715 miliar tersebut tidak disetorkan dan menjadi kerugian keuangan negara.

Penyalahgunaan uang tersebut dikatakan oleh Wadir Reskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata, digunakan untuk membeli 16 buah tas mewah, guci, hiasan dinding, serta beberapa set mebel semisal kursi, meja, lemari, dan lemari.

Dua Mantan Pejabat RSUD Lembang Jadi Tersangka, Begini Kata Wabup KBB Hengky Kurniawan

Mantan Kepala dan Bendahara RSUD Lembang Korupsi Duit BPJS Rp 7,7 Miliar, Dipakai Beli Tas Mewah

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved