Pantai di Karawang Tercemar Tumpahan Minyak, Ibu-ibu Bersihkan Minyak Sekalian Tambah Penghasilan

Ibu-ibu yang biasanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini akhirnya turun ke laut mengenakan sepatu bot, pakaian pengaman, serta masker.

Pantai di Karawang Tercemar Tumpahan Minyak, Ibu-ibu Bersihkan Minyak Sekalian Tambah Penghasilan
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Adanya tumpahan minyak dampak kebocoran di blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dioperasikan PT Pertamina, membuat para ibu di pesisir Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, turun ke pantai mengumpulkan tumpahan minyak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Adanya tumpahan minyak dampak kebocoran di blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dioperasikan PT Pertamina, membuat para ibu di pesisir Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, turun ke pantai mengumpulkan tumpahan minyak.

Ibu-ibu yang biasanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini akhirnya turun ke laut mengenakan sepatu bot, pakaian pengaman, serta masker.

Mereka bersama dalam sebuah tim beranggotakan 15 orang mengumpulkan tumpahan minyak ke dalam kantong-kantong khusus. Mereka adalah salah satu kelompok yang dipekerjakan PT Pertamina.

Ridwan Kamil : Pertamina Harus Bertanggungjawab Penuh soal Tumpahan Minyak di Perairan Karawang

Warga Dusun Cemara II di Desa Cemarajaya, Wacem (62), mengatakan bahwa dia turun bersama para tetangganya sesama ibu rumah tangga untuk mengumpulkan minyak di pantai utara desa tersebut.

Suaminya yang biasanya berprofesi sebagai nelayan pun ikut mengumpulkan minyak karena tidak bisa menangkap ikan.

Adanya tumpahan minyak dampak kebocoran di blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dioperasikan PT Pertamina, membuat para ibu di pesisir Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, turun ke pantai mengumpulkan tumpahan minyak.
Adanya tumpahan minyak dampak kebocoran di blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dioperasikan PT Pertamina, membuat para ibu di pesisir Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, turun ke pantai mengumpulkan tumpahan minyak. (Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam)

Setiap harinya, Wacem dan anggota kelompoknya mengumpulkan minyak sampai sekitar 500 kantong. Mereka bekerja setiap hari pukul 08.00 sampai 15.00, diselingi istirahat makan siang dan salat zuhur selama dua jam.

"Lumayan, yang biasanya sehari-hari di rumah, sekarang bisa dapat uang Rp 100 ribu per hari. Suami juga ikut kumpulkan minyak, sama-sama dapat Rp 100 ribu sehari," kata Wacem saat beristirahat bersama kelompoknya di Pantai Cemara I, Desa Cemarajaya, Rabu (7/8).

Warga lainnya, Tanti (41), mengatakan dirinya pun sengaja ikut mengumpulkan tumpahan minyak untuk menambah penghasilan rumah tangganya. Dirinya sudah bekerja sejak enam hari lalu.

Gara-gara Tumpahan Minyak, Petani Garam Ciparagejaya Karawang Merugi Hingga Rp 700 Juta

"Awalnya khawatir karena harus mengumpulkan minyak yang bukan minyak goreng. Tapi jadi terbiasa, ada rasa ingin segera membersihkan pantai juga dari minyak sih, supaya bisa normal lagi semuanya," katanya.

Tanti mengatakan, pengumpulan tumpahan minyak ini dikoordinatori PT Pertamina. Mereka diarahkan untuk mengumpulkan tumpahan minyak di kawasan yang masih banyak minyaknya.

"Kalau ombak besar, minyaknya langsung banyak lagi ke pantai. Kalau ombak biasa saja, tidak banyak. Kelompok juga digeser-geser posisinya supaya merata," katanya.

Tanti berharap musibah ini bisa segera selesai sehingga warga dapat beraktivitas normal. Tanti pun berharap warga yang terdampak tumpahan minyak ini segera mendapat kompensasi.

Tercemar Minyak Mentah, Pantai Utara di Karawang Ditutup untuk Wisatawan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved