Mbah Moen Meninggal

Mengenang KH Maimun Zubair, Begini Sosok Mbah Moen di Mata Prabowo, Jokowi, hingga AHY dan Mahfud MD

Wafatnya Mbah Maimun meninggalkan duka bagi elite politik Indonesia.Sebut saja, Prabowo Subianto, Mahfud MD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Mengenang KH Maimun Zubair, Begini Sosok Mbah Moen di Mata Prabowo, Jokowi, hingga AHY dan Mahfud MD
Kolase Tribun Jabar (Laman laduni.id dan Kompas)
Profil Maimun Zubair alias Mbah Moen, ulama sohor hafal banyak kitab di usia muda. 

Sambil mencengkram tangan Mahfud MD, Mbah Maimun berbisik sangat serius.

"'Sy ingin menyampaikan hal penting, mau ya?' Kata Mbah Moen di acr di Yogya itu. 'Ya, Mbah', jawab sy. Kemudian beliau berbicara serius setengah berbisik sampai agak lama. Tangan sy dipegang kuat spt dicengkeram. Sy jd rikuh krn waktu itu bnyk yg antre mau sungkem ke beliau.

Waktu Mbah Moen bcr lama, berbisik, dan serius kpd sy itu beliau didampingi oleh Nyai Maimoen & keluarga; ada juga Pak Supri yg memang sering mendampingi; jg ada aktivis PPP Mas Arwani Thomafi. Itu kenangan terakhir sy dgn beliau. Selamat jalan menghadap Sang Khaliq, Mbah Moen.

Ini foto kenangan saya bersama Mbah Moen. Foto kami dalam pertemuan terakhir tanggal 22 Juni 2019. Allahumma ighfir lahuu warhamhuu wa 'afihii wa'fu anhu. Insyaallah Mbah Moen mendapat surga-Nya."

Ingin Meninggal Hari Selasa

Semasa hidupnya, Mbah Maimun ingin meninggal di Mekkah pada hari selasa.

Keinginan tersebut tercapai.

Melansir dari Tribunnews, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Mbah Maimun meninggal cepat sekali dan tak mengeluh rasa sakit.

“Cepat sekali beliau pulang dan ini juga yang beliau kehendaki, beliau ingin berpulang di hari selasa di Makkah, nampaknya banyak keinginan-keinginan beliau yang Allah kabulkan,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Daker Makkah.

Lukman menjelaskan Mbah Moen meninggal dunia cepat sekali dan dengan cara yang sangat baik, sama sekali tidak ada yang direpotkan oleh kepulangan beliau.

 Sosok Mbah Moen Sangat Berjasa, Wafatnya Meninggalkan Duka, Banyak Tokoh yang Mendoakannya

 Mengenang Almarhum Mbah Moen yang Menjunjung Tinggi Kemanusiaan

“Beliau juga sebelumnya tidak mengeluhkan rasa sakit tertentu, bahkan kesaksian para kerabatnya, keluarganya sampai malam beliau masih berdialog, masih, tidak ada tanda-tanda dalam pengertian sakit keras atau sakit yang serius,” katanya.

Meskipun semuanya amat kehilangan, Lukman meminta masyarakat Indonesia mengikhlaskan kepergian Mbah Moen.

“Semua bersedih karena menurut saya beliau adalah ulama tertua di Indonesia. Ulama yang paling alim menurut saya, ilmu beliau luar biasa dan yang juga perlu dipahami oleh kita semua adalah komitmen beliau terhadap kebangsaan, terhadap tanah air, terhadap Indonesia ini luar biasa,” katanya.

Lukman lalu menceritakan tentang hari-hari terakhir beliau, “kalau kita cermati ceramahnya itu banyak berbicara tentang bagaimana kita semua senantiasa menjaga keutuhan persaudaraan kita sebangsa, menjaga kesatuan Indonesia kita, cinta kepada tanah air.

Beliau sampaikan itu dengan basis argumentasi keilmuan, keislaman. Itu menunjukkan betapa beliau memiliki komitmen yang luar biasa cintanya thd tanah air dan tentu ini bagian yang harus kita jaga dan pelihara.

Beliau adalah ulama yang paling sepuh menurut pengetahuan saya dan meskipun kita berduka sedih luar biasa, tapi saya mengajak untuk mengikhlaskan kepulangan beliau. Tentu kita berharap ada pengganti-pengganti beliau di kemudian hari yang dilanjutkan oleh santri-santrinya,” pungkas Lukman.

Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved