Kasus Tumpahan Minyak, Ridwan Kamil Minta Pertamina Beri Ganti Ekstra untuk Warga

Ridwan Kamil meminta masyarakat pesisir utara Kabupaten Karawang dan Bekasi sabar dan tenang menunggu PT Pertamina tuntaskan masalah tumpahan minyak

Kasus Tumpahan Minyak, Ridwan Kamil Minta Pertamina Beri Ganti Ekstra untuk Warga
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Adanya tumpahan minyak dampak kebocoran di blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dioperasikan PT Pertamina, membuat para ibu di pesisir Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, turun ke pantai mengumpulkan tumpahan minyak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat pesisir utara Kabupaten Karawang dan Bekasi untuk tetap kondusif dan tenang sambil menunggu PT Pertamina menyelesaikan masalah tumpahan minyak di lepas Pantai Cilamaya.

Diketahui, tumpahan minyak itu berasal dari kegiatan eksplorasi Pertamina Hulu Energi Offhsore North West Java (PHE ONWJ).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan PT Pertamina sudah mendatangkan ahli dari Amerika Serikat untuk mengatasi masalah di perairan utara Karawang tersebut.

Sampai Rabu (7/8/2019), kata Ridwan Kamil, proses penanganan sudah mencapai 30 persen.

Emil menjelaskan bahwa tumpahan minyak ini terjadi akibat kebocoran saat pengeboran minyak bumi. Untuk bisa menutupi kebocoran tersebut, katanya, dibuat lubang dari arah lain sampai lokasi kebocoran.

"Sekarang baru 30 persennya, sisa pengeboran 70 persen lagi. Kita doakan, 10 sampai 14 hari lagi bisa sampai 100 persen. Dimohon kesabarannya, sambil berdoa," kata Ridwan Kamis saat mengunjungi lokasi minyak tumpah di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Rabu (7/8/2019).

Minyak Tumpah di Perairan Karawang, Emak-emak Ini Malah Kumpulkan Tumpahan Minyak dalam Kantong

Pantai di Karawang Tercemar Tumpahan Minyak, Ibu-ibu Bersihkan Minyak Sekalian Tambah Penghasilan

Emil memberikan apresiasi kepada Pertamina yang sudah menyelesaikan masalah tersebut sampai mendatangkan ahli dari Amerika Serikat. Ahli ini telah menyelesaikan masalah serupa beberapa waktu lalu di Teluk Meksiko.

"Siapa yang mengerjakan untuk mengatasi masalah ini, kita harus apresiasi Pertamina karena Pertamina meng-hire dari Amerika. Jadi mereka menyewa Engineer dari Amerika untuk mengatasi masalah di sini. Itu bayarannya mahal," kata Emil.

Emil berharap PT Pertamina tidak hanya memberikan ganti rugi kepada warga terdampak kebocoran minyak di perairan utara Karawang tersebut. Warga yang telah mengalami gangguan psikologis, katanya, harus diberikan ekstra.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved