Jumlah Hewan Kurban ASN Pemkot Bandung Naik 100 Persen, Sapi jadi 57 Ekor Domba jadi 122 Ekor

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Bandung, Bambang Sukardi, memastikan jumlah hewan kurban

Jumlah Hewan Kurban ASN Pemkot Bandung Naik 100 Persen, Sapi jadi 57 Ekor Domba jadi 122 Ekor
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Hewan kurban. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Bandung, Bambang Sukardi, memastikan jumlah hewan kurban yang dititipkan oleh para aparatur sipil negara (ASN) untuk disumbangkan kepada masyarakat di tahun ini meningkat drastis hingga seratus persen dibandingkan dengan capaian tahun lalu.

"Jika tahun lalu jumlah sapi hanya 29 ekor, tahun ini meningkat menjadi 57 ekor, begitu juga dengan hewan kurban jenis domba atau kambing, dari semula (tahun lalu) hanya 22 ekor sekarang 122 ekor. Dengan peningkatan ini diharapkan seluruh warga Kota Bandung yang membutuhkan bisa turut merasakannya," ujar Bambang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (7/8/2019).

Bambang menjelaskan, bahwa hewan-hewan kurban tersebut bukan berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Bandung, melainkan murni partisipasi para ASN di lingkungan Pemkot Bandung. Oleh karena itu, nantinya amanah hewan kurban itu akan disampaikan kepada seluruh warga di 30 Kecamatan dan 151 Kelurahan Kota Bandung melalui dewan keluarga masjid (DKM) masing-masing wilayah, baik proses penyembelihan hingga pendistribusiannya.

Terlebih, Pemkot Bandung akan mengeluarkan surat edaran Wali Kota Bandung untuk pendistribusian, hingga himbauan larangan untuk tidak menggunakan kantung plastik dalam membagikan daging kurban.

Viral Video Seorang di Sleman Pura-pura Tanya Alamat, Tahunya Jambret Kalung Ibu-ibu

“Pengelolaan hewan kurban nantinya diserahkan kepada panitia kurban di masing-masing kewilayahan untuk disembelih dan di distribusikan kepada warga setempat. Panitia kurban juga kami sarankan tidak menggunakan kresek, tapi menggunakan bahan berwawasan lingkungan seperti daun jati atau daun pisang. Sehingga di harapkan para lurah dan camat bisa menjelaskan kepada masyarakatnya agar tidak menggunakan kresek karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan peningkatan produksi sampah,” katanya.

Minyak Tumpah di Perairan Karawang, Emak-emak Ini Malah Kumpulkan Tumpahan Minyak dalam Kantong

Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved