Sumedang Raih Dana Insentif Daerah Rp 49 Miliar, Naik 2 Kali Lipat daripada Tahun Lalu

Sumedang mendapat DID dari Kementerian Keuangan menyusul diraihnya opini wajar tanpa pengecualian ( WTP ) atas laporan keuangan 2016

Sumedang Raih Dana Insentif Daerah Rp 49 Miliar, Naik 2 Kali Lipat daripada Tahun Lalu
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA MIRANTI
Truk besar dan sedang memasuki Kabupaten Sumedang di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Sabtu (9/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Pemkab Sumedang tahun anggaran 2019 mendapat Dana Insentif Daerah (DID) yang besarnya Rp 49,2 miliar.

Besarnya DID tahun ini naik dari tahun sebelumnya. Tahun 2018 Sumedang mendapat Rp 25 miliar.

Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Agus Wahidin mengatakan Dana Insentif Daerah yang diterma tahun ini naik dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini alokasi DID untuk Sumedang Rp 49,2 miliar naik dari tahun sebelumnya,” kata Agus, Selasa (6/8/2019).

Sumedang mendapat DID dari Kementerian Keuangan menyusul diraihnya opini wajar tanpa pengecualian ( WTP ) atas laporan keuangan 2016 dan penetapan APBD 2016 yang tepat waktu.

“Salah satu Sumedang mendapat DID karena penatapan RAPBD tepat waktu yakni akhir November. Alokasi DID bertambah karena Sumedang meraih WTP untuk kelima kalinya secara berturut-turut,” katanya.

Mati Listrik, Penjualan Lampu Darurat Naik 100 Persen di Sumedang

Kadis ESDM Jawa Barat: Hanya 70 Usaha Tambang Berizin Se-Priangan Timur dan Sumedang

Ia mengatakan alokasi DID bisa bertambah lagi jika Sumedang memenuhi syarat penggunaan e-government.

“Kalau sudah menerapkan e-government, alokasi DID bisa bertambah lagi. Kelayakan dapat DID itu mendapat opini WTP atas laporan keuangan daerah dan penetapan APBD tepat waktu serta penggunaan e-government,” kata Agus yang sedang mengikuti lelang jabatan untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan ini.

Besarnya alokasi DID Rp 49,2 miliar itu berasal untuk kesehatan fiskal dan pengelolaan keuangan daerah Rp 13,8 miliar, kesejahteraan Rp 12 miliar, pelayanan dasar publik bidang kesehatan Rp 10,7 miliar dan infrastruktur Rp 12,6 miliar.

Alokasi DID masih kosong untuk pelayanan dasar publik bidang pendidikan, kemudahan berusaha, penyelenggaran pemerintah, perencanaan, SAKIP, inovasi pelayanan publik dan pengelolaan sampah.

Raihan mendapat DID ini untuk kedua kalinya bagi Sumedang. Kucuran DID dari Kementerian Keuangan merupakan intensif untuk mendorong agar daerah berupaya mengelola keuangannya dengan lebih baik.

Rencananya dari Dana Insentif Daerah akan digunakan untuk pembangunan perluasan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang saat ini sedang ujicoba. 

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved