PSM Makassar di Atas Angin, Persija Harus Bermain dengan 10 Pemain, Pendukung PSM Siap-siap Berpesta
PSM Makassar di atas angin di final leg kedua Piala Indonesia. Satu pemain Persija Jakarta di kartu merah. Empat puluh lima menit kedua bakal seru.
TRIBUNJABAR.ID - PSM Makassar di atas angin dalam laga leg kedua final Piala Indonesia 2018.
Menghadapi Persija Jakarta, PSM Makassar untuk sementara unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Bertanding di Stadion Andi Mattalatta, PSM Makassar langsung menekan.
Tak butuh waktu lama, mereka bisa unggul 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Aaron Evans memanfaatkan sepak pojok di menit 3.
Gol ini membuat agregat menjadi 1-1.
PSM semakin di atas angin di pertengahan babak pertama.
Di menit 32, Sandi Sute mendapat kartu kuning kedua.
Alhasil ia harus keluar lapangan lebih cepat.
Selepas kartu merah untuk Sandi Sute, PSM Makassar merajalela.
Mereka terus meneken pertahanan Persija Jakarta.
Laga ini dipimpin oleh wasit asal Yogyakarta, Fariq Hitaba.

Sosok Wasit Fariq Hitaba
Banyak pertandingan yang telah dipimpin Fariq selama menjadi wasit di laga sepak bola di Indonesia.
Ada yang berjalan sukses adapula berjalan dengan penuh kontroversi.
Salah satunya, pada TSC 2016, Persib Bandung tercatat pernah dirugikan oleh Fariq saat melawan Sriwijaya FC.
Dilansir dari Kompas.com, kepemimpinan Fariq dalam laga tersebut menuai kontroversi setelah Ahmad Jufrianto yang masih pemain Sriwijaya melukai pelipis Kim Jeffrei Kurniawan dengan sikutnya.
Lantas, pemain Sriwijaya itu lolos dari hukuman dan tak mendapatkan kartu dari Fariq.
Hal itu kemudian memicu kemarahan dari Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar akibat kepemimpinan Fariq.
Namun pada 2017, Fariq menjadi buah bibir berkat keberhasilannya memimpin pertandingan puncak Piala Presiden 2017.
Kala itu, Arema FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan Borneo FC dengan skor 5-1, 12 Maret 2017 lalu.
Selang beberapa bulan kemudian, nasib apes menimpah Fariq setelah dihukum oleh Komisi Wasit yang melarangnya memimpin pertandingan sepak bola.

Kala itu, ia memimpin pertandingan Liga 1 2017 antara PS Tira versus Persija Jakarta di pekan 10, 2017 lalu
Terdapat momen di mana ia memberikan hadiah penalti kepada PS TNI yang kini bernama PS Tira Persikabo.
Akan tetapi, ia lantas membatalkan penalti tersebut setelah melihat tayangan ulang dengan bantuan kamera di pinggir lapangan.
Keputusan itu kemudian menuai kontroversi.
Banyak yang menganggap apa yang diambil Fariq sudah benar lantaran mirip dengan penggunaan VAR.
Salah satunya, adalah Koordinator Save Of Soccer (SOS), Akmal Marhali yang menyebut Fariq memberikan pelajaran berharga bagi sepak bola Indonesia.
"Sangat jarang wasit mengambil anulir untuk tuan rumah. Apa yang dilakukan Fariq bisa jadi momentum reformasi perwasitan sepak bola Indonesia yang sebelumnya sangat identik dengan hal-hal teknis," tulis Akmal dalam keterangan resminya.
• SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING PSM vs Persija Final Piala Indonesia, Sementara Persija Tertinggal
• LINK LIVE Streaming PSM Makassar vs Persija di Final Piala Indonesia, Wiljan Pluim Diragukan Main