Perusahaan Malaysia Segera Akuisisi 11,6 Persen Saham Bandara Kertajati

Perusahaan asal Malaysia, Muhibbah Engineering (M) Bhd, melirik 11,6 persen saham Bandara Kertajati.

Perusahaan Malaysia Segera Akuisisi 11,6 Persen Saham Bandara Kertajati
tribunjabar/eki yulianto
Kondisi Bandara Kertajati yang terlihat sepi pada Rabu (24/7/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perusahaan asal Malaysia, Muhibbah Engineering (M) Bhd, melirik 11,6 persen saham Bandara Kertajati.

Geliat operasional yang makin nampak di Bandara Kertajati tersebut membuat Muhibbah ikut dalam bursa penyertaan modal dengan nilai konversi Rp 291 miliar ini.

Ketertarikan Muhibbah mengakuisisi 11,6 persen saham Bandara Kertajati ditunjukkan saat Managing Director Muhibbah Engineering (M) Bhd, Mac Ngan Boon, menemui Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Kamis 1 Agustus 2019.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Sarana Perekonomian, Investasi, dan BUMD Setda Jabar, Noneng Komara Nengsih, serta Direksi BUMD PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), selaku pengelola Bandara Kertajati.

Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini masih menjadi pemegang saham mayoritas atau 97 persen dari PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Akhir Pekan Ini Ada 11 Rute Penerbangan dari Kertajati, Penerbangan Terakhir Pukul 20.20

Adapun tiga persennya dimiliki BUMD Jabar lainnya, PT Jasa Sarana dan Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KPPS) Jawa Barat.

"Dari beberapa kali kunjungan Pak Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) ke luar negeri, ternyata ini menunjukan hasil. Misalnya perusahaan asal Malaysia ingin menindaklanjuti paparan ekonomi yang sebelumnya telah disampaikan Pak Gubernur untuk berinvestasi di Bandara Kertajati yang saat ini dikelola BUMD PT BIJB," kata Noneng Komara Nengsih, di Bandung, Selasa (6/8/2019).

Menurut Noneng, Bandara Kertajati akan menjadi stimulus untuk mengembangkan kawasan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat.

Kawasan khusus bernama Segitiga Rebana, ke depannya diprediksi menjadi pusat ekonomi baru Jawa Barat yang terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban Subang, dan pusat Kota Cirebon.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved