Pada Iduladha Tahun Ini, Jumlah Warga Indramayu yang Berkurban Diprediksi Berkurang

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu memprediksi jumlah warga yang berkurban di Iduladha 1440 Hijriah menurun dibanding tahun lalu

Pada Iduladha Tahun Ini, Jumlah Warga Indramayu yang Berkurban Diprediksi Berkurang
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Joko Purnomo (kanan), Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu memprediksi jumlah warga yang berkurban di Iduladha 1440 Hijriah menurun dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Joko Purnomo menggatakan, faktor utamanya menurunkan jumlah masyarakat yang berkurban pada Iduladha nanti adalah banyak petani gagal panen .

"Kurban tahun ini sepertinya memang berkurang, yang biasa kurban karena sawahnya gagal panen diprediksi tidak berkurban dahulu tahun ini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (6/8/2019).

Lain halnya untuk tingkat penjualan hewan kubar di Kabupaten Indramayu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan memprediksi jumlahnya akan meningkat.

Hal itu dinilai dari banyak jumlah hewan yang dijual oleh para pedagang, jumlah hewan kurban itu meningkat dibanding tahun lalu.

Jelang Iduladha, Distankan Majalengka Temukan 7 Hewan Kurban yang Sakit

Pejabat di Indramayu Sidak Hewan Kurban, Disarankan Membeli Hewan Kurban yang Sudah Dilabeli

"Alhamdulillah setiap tahun ini kalau jumlah hewan yang dijual itu selalu meningkat," ujar dia.

Untuk penjualan hewan kurban di tahun kemarin, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayi mencatat, hewan kurban jenis sapi yang terperiksa mencapai 1.890 ekor dan yang dikurbankan sebanyak 668 ekor.

Untuk kategori hewan jenis domba tercatat yang diperiksa mencapai 6.142 ekor dan yang dikurban sebanyak 4.960 ekor.

Sedangkan hewan jenis kambing yang terperiksa sebanyak 1.309 ekor dan yang dikurbankan, yakni 78 ekor.

"Bagi kami ini angka yang bagus karena selalu meningkat dari tahun ke tahun, bagi hewan yang belum terjual juga kan bisa dirawat lagi dan dibesarkan, makanya sekarang banyak hewan-hewan yang berukuran besar," ujar dia.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved