Seorang Mahasiswa Wajahnya Berdarah, Demo di Depan Gedung DPRD Kota Bandung Ricuh

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa dari lima organisasi kemahasiswaaan, yaitu PPMI, HMI, GMNI, GMKI, dan PMKRI

Seorang Mahasiswa Wajahnya Berdarah, Demo di Depan Gedung DPRD Kota Bandung Ricuh
Tribunjabar/Cipta Permana
Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa dari lima organisasi kemahasiswaaan, yaitu PPMI, HMI, GMNI, GMKI, dan PMKRI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa dari lima organisasi kemahasiswaaan, yaitu PPMI, HMI, GMNI, GMKI, dan PMKRI yang tergabung dalam aliansi Cipayung Kota Bandung, di depan Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (5/8/2019) siang, memakan korban luka dari salah seorang pengunjukrasa.

Unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB tersebut bertepatan dengan bergulirnya rapat paripurna pelantikan 50 anggota dewan terpilih hasil Pileg 2019. Ssemula berlangsung tertib dan aman di bawah pengawalan sejumlah anggota Polrestabes Bandung dan TNI.

Meski massa terus meneriakan tuntutan terhadap kinerja dari Pemerintah, khususnya para anggota DPRD Kota Bandung untuk mengusut tuntas kasus korupsi melalui pengeras suara, bentangan spanduk, pembakaran ban, serta aksi teaterikal, para petugas keamanan sedikit pun tidak bergeming dari posisinya.

Kericuhan baru mulai terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, saat massa peserta aksi yang tidak mendapat tanggapan dari perwakilan pemerintah maupun DPRD Kota Bandung, melempari telur ke halaman dalam dari Gedung DPRD Kota Bandung, kondisi tersebut memancing respon dari petugas keamanan yang mencoba menangkap para pelaku pelemparan.

Massa yang tidak terima rekannya diamankan, melakukan perlawanan dengan cara mendorong sambil berteriak kata-kata yang tidak pantas kepada petugas.

Aksi ini pun kemudian direspon petugas, dengan menggunakan pemukul karet dan perisai berbahan plastik, petugas keamanan mencoba mendorong mundur para mahasiswa.

Pusat Zakat Umat akan Gunakan Besek dan Daun untuk Bungkus Daging Kurban

Disisi lain tampak beberapa personel keamanan beseragam provost, dan petugas keamanan lainnya mencoba melerai dan menengahi bentrokan yang terjadi.

Di saat kedua belah pihak yang terpancing emosi mencoba ditenangkan, tiba-tiba seseorang dari peserta aksi yang mengenakan jaket biru bertuliskan PMII berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya yang terus mengeluarkan darah segar hingga membasahi pakaiannya.

Melihat hal tersebut, bentrokan pun kembali berlanjut, massa mahasiswa kemudian melempari para petugas dengan botol air mineral, bambu atau kayu yang semula di gunakan untuk tiang bendera organisasi masing-masing.

Sementara itu petugas kepolisan mencoba membawa korban luka tersebut, untuk mendapatkan pertolongan pertama di Kantor Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung.

Sedangkan massa lainnya hanya diperbolehkan untuk menunggu di luar gerbang Diskar PB Kota Bandung. Teriakan caci maki serta sumpah serapah terhadap petugas pun terus dilontarkan para mahasiswa yang telah tersulut emosi.

Selesai mendapatkan pertolongan pertama, korban yang rencananya akan dibawa ke rumah sakit terdekat oleh petugas kepolisian, kembali mendapat hadangan dari peserta aksi, yang kemudian membawa pergi secara paksa rekannya yang sedang terbaring di atas tandu.

Film Danur 3 akan Tayang 2019, Risa Saraswati Hingga Prilly Latuconsina Ungkapkan Fakta Dibaliknya

Identitas korban diketahui bernama Tyas Aziz Arivin yang merupakan Sekertaris PC PMII Kota Bandung. Hingga berita ini diturunkan belum ada komentar dari kedua belah pihak.

Namun informasi yang didapatkan, korban akan di bawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung untuk mendapat perawatan lanjutan. Sebelum akhirnya membuat laporan dan bertemu dengan Kapolrestabes Bandung di Polrestabes Bandung. 

Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved