Ratusan Warga di Ciamis Antre di Sungai Saban Hari, Sudah 4 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Ratusan warga Kampung Cibangkonol, Ciamis, antre di sungai saban hari. Sudah empat bulan sulit mendapatkan air bersih.

Ratusan Warga di Ciamis Antre di Sungai Saban Hari, Sudah 4 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih
Tribun Jabar/Andri M Dani
Ratusan warga Kampung Cibangkonol, Dusun Desa, Desa Kertaharja Cijeungjing Ciamis yang sudah 4 bulan ini mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau Senin (5/8/2019) siang mendapatkan bantuan 2 tangki air bersih dari PDAM Tirta Galuh Ciamis bekerjasama dengan BJB, HMI dan PWI Ciamis. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Selama musim kemarau ini setiap hari ratusan warga Kampung Cibangkonol, Dusun Desa, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, terpaksa antre mandi dan mencuci di Leuwi Bungur dan Leuwi Kuda, Sungai Cibuyut dari pagi sampai malam.

Mereka harus berjalan kaki sekitar 500 meter ke sisi sungai yang debitnya kini semakin surut.

“Mau bagaimana lagi, sumur di rumah sudah kering kerontang sudah tidak ada airnya. Ya, setiap hari terpaksa ke Sungai Cibuyut untuk mandi dan mencuci. Pulangnya bawa air pakai jeriken ke rumah,” ujar Juariah (60), warga Kampung Cibangkonol kepada Tribun Jabar, Senin (5/8/2019).

Untuk mencuci dan mandi, katanya, warga memanfaatkan air sungai yang mengalir.

Untuk mendapatkan air bersih dibawa ke rumah untuk masak, warga menggali sejumlah sumur-sumur kecil di sisi sungai dan menampung mata air.

“Air sumur di sisi sungai diambil dimasukkan ke dalam jeriken untuk dibawa pulang,” katanya.

Tapi tak sedikit pula memilih membeli air bersih dari sumur-sumur yang digali di sisi Sungai Cibuyut tersebut. Tak mau repot-repot mengangkut dari sungai.

“Ada yang jual, kami terima di rumah. Setiap jeriken harga Rp 5.000,” ujar Lilis (48) warga Kampung Cibangkonol.

Setiap hari kata Lilis ia membeli 4 jeriken air untuk masak dan berwudu. “Kalau malam Jumat bisa 6 jeriken. Repotnya , dua anak saya, kan, masih sekolah. Pagi-pagi enggak mau mandi ke sungai,” katanya.

Menurut Ketua RT 2/3, Kampung Cibangkonol, Abas Sarfen, ratusan warganya sudah mengalami kesulitan air bersih sejak menjelang bulan puasa lalu.

“Selama musim kemarau ini, sudah sekitar 4 bulan warga terpaksa antri ke Sungai Cibuyut untuk mandi dan mencuci, terutama pagi hari dan sore hari. Pulangnya bawa air ke rumah. Ada juga yang malam, bapak-bapak biasanya malam mandi di sungai. Pokoknya tiap hari harus ke sungai, jalan kaki atau naik sepeda motor,” ujar Abas Sarfen.

Ia berharap kampungnya segera mendapat bantuan sumur bor untuk mengatas krisis air bersih setiap musim kemarau. “Alhamdulillah hari ini ada bantuan air bersih,” katanya.

Menurut Sekretaris Desa Kertaharja, Otong Dadi, akibat kemarau kini sekitar 900 warga yang tersebar di 4 dusun mengalami kesulitan air bersih. Sebagian besar warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang debitnya sudah semakin surut dan kualitas airnya juga mengkhawatirkan.

Mata Air Ini Berada di Pinggir Jalan di Cicalengka, Tak Pernah Kering Meski di Musim Kemarau

Kemarau, Monyet di Situs Petilasan Kalijaga Cirebon Merusak Tanaman di Pekarangan Rumah Warga

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved