Mati Listrik, Pelayanan Kereta Api Terlambat, PT KAI Pun Memohon Maaf

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi

Mati Listrik, Pelayanan Kereta Api Terlambat, PT KAI Pun Memohon Maaf
TribunJakarta.com/Bima Putera
Penumpang turun KRL Commuterline di Jatinegara, Minggu (4/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi pada perjalanan Kereta Api Jarak Jauh, KRL, KA Bandara, dan KA Lokal pada hari Mingggu (4/8/2018) akibat pemadaman Listrik sejak pukul 11.48 WIB.

VP Publik Relation PT KAI Edy Kuswoyo mengatakan, meski sempat terjadi pemadaman Listrik Aliran Atas (LAA) untuk layanan KRL dan KA Bandara. Pada 20.00 Gardu Traksi berangsur-angsur mulai dinyalakan kembali sehingga perjalanan KRL dan KA Bandara diharapkan dapat segera beroperasi secara normal.

"Penumpang dapat membatalkan tiketnya, dan KAI akan mengembalikan tiket penumpang secara penuh," katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun, Senin (5/8/2019).

Untuk pelayanan perjalanan di stasiun, KAI juga menerapkan pelayanan manual untuk pembelian Tiket Go Show, Check-in, dan Boarding saat pemadaman listrik berlangsung.

Terpisah, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero), Noxy Citrea mengatakan, pasca padamnya aliran listrik, operasional kereta api di Daop 2 Bandung pada hari ini, Senin (5/8/2019) sudah berjalan normal kembali.

Sekeluarga Tewas Akibat Kebakaran, Si Jago Merah Beraksi di 8 Titik di Jakarta

Akibat terputusnya aliran listrik pada hari Minggu (4/8/2019) berdampak pada keterlambatan keberangkatan dan juga kedatangan kereta api Argo Parahyangan relasi Bandung-Jakarta pp. Rata-rata keterlambatan lebih dari 60 menit.

"Kami mohon maaf atas keterlambatan kedatangan dan keberangkatan kereta api yang diakibatkan padamnya aliran listrik. Alhamdulillah pada hari ini semua sudah normal kembali seiring dengan arus listrik yang kembali mengalir", kata Noxy melalui telepon.

Noxy mengatakan bahwa saat kejadian padamnya listrik, semua jajaran Daop 2 siaga untuk memastikan keselamatan operasional perjalanan kereta api.

Palang pintu perlintasan yang mengalami gangguan tetap dijaga manual oleh petugas kereta api dan juga dibantu oleh relawan pecinta kereta api. Seperti di Kiaracondong, Cimindi, dan Purwakarta.

Upaya Galih Ginanjar Minta Maaf Berujung Kemarahan Keluarga Fairuz: Apa Sih Ungkit-ungkit

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved