Breaking News:

Hartadinata Perkuat Integrasi Perusahaan dengan Lini Bisnis Gadai

Produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata), perkuat lini bisnis gadainya, khususnya di Jabar

Istimewa
Direktur Utama PT Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA), Sandra Sunanto (kanan), didampingi Komisaris Utama PT Hartadinata Abadi, Ferriyady Hartadinata (tengah, berbatik), dan Direktur Operasional PT GCDA, Agus Mardiko LB (kiri) mencoba proses transaksi gadai emas pada pembukaan outlet GCDA Unit Banjarsari di Jalan Raya Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata), perkuat lini bisnis gadainya, khususnya di Jawa Barat.

Hal ini ditunjukkan dengan hadirnya outlet Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA) Unit Banjarsari, Jawa Barat. Usaha pegadaian emas ini merupakan diversifikasi dari bisnis utama Hartadinata, yaitu manufaktur, perdagangan dan penjualan emas.

Komisaris Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Ferriyady Hartadinata mengatakan bahwa bisnis pegadaian merupakan salah satu strategi Hartadinata dalam memperkuat kinerja perusahaan serta mengembangkan potensi anak usaha di masa mendatang.

Menurut Ferriyadi, outlet GCDA yang hadir di sejumlah daerah Tanah Air, ditargetkan menjangkau masyarakat luas di Indonesia. Skema pegadaian yang berfokus pada perhiasan emas dan logam emas diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan sumber pendanaan.

"Kami menilai prospek gadai cukup menjanjikan untuk jangka panjang, terutama dengan maraknya tren pegadaian di tengah-tengah masyarakat saat ini. Outlet GCDA Unit Banjarsari ini memperkuat integrasi vertikal bisnis kami (Hartadinata) dan memperluas penetrasi pasar Hartadinata di wilayah Jawa Barat,” ujar Ferriyady di sela pembukaan outlet GCDA Banjarsari, Minggu (4/8/2019).

Pegadaian Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Lelang Online

Senang Menggunakan Perhiasan, Mike Lewis Pun Hadir di Pembukaan Gerai Frank & Co di Bandung

Menurut Ferriyady, Outlet GCDA akan menerapkan LTV yang kompetitif sebesar 88 persen untuk perhiasan emas dan 90 persen untuk logam mulia. Produk dan opsi layanan yang disediakan memberikan kemudahan dan fleksibilitas sesuai ragam kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto mengatakan bahwa outlet gadai dirancang untuk berdiri berdampingan dengan gerai-gerai perhiasan emas yang sudah eksis, sehingga diharapkan dapat saling menunjang bisnis. Keberadaan pegadaian juga diproyeksikan dapat membantu pertumbuhan gerai-gerai penjualan karena skema cicilan akan mempermudah pembelian emas.

"Selain itu, pelanggan bisa meminjam dana dengan menjaminkan emasnya, baik perhiasan maupun logam mulia," kata Sandra.

Outlet GCDA Unit Banjarsari, kata Sandra, adalah outlet ke dua GCDA yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Selanjutnya, Hartadinata akan membuka lima outlet GCDA di Jawa Barat tepatnya di Parigi, Ciwidey, Pamanukan, Arjawinangun dan Subang yang direncanakan akan mulai beroperasi sebelum Oktober 2019.

"Sebagai ungkapan syukur atas peresmian outlet GCDA Unit Banjarsari, Hartadinata juga menyerahkan bantuan CSR untuk SMP Negeri 1 Banjarsari. Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Hartadinata terhadap kualitas pendidikan anak-anak Banjarsari," ujarnya. (*)

Listrik Padam di Jawa Barat pada 2019 Jadi yang Terparah, Terulang Kejadian pada Tahun 2002 dan 2005

Imbas Mati Listrik, Sandiaga Uno dan Hengky Kurniawan Kesulitan Cari Tempat Makan, Banyak yang Tutup


Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved