Gempa Banten Bakal Disusul Gempa Dahsyat 9 Skala Richter? Simak Dulu Penjelasan BMKG

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, bencana gempa bumi belum bisa diprediksi, baik waktu hingga lokasi dan kekuatannya.

Kolase Tribun Jabar (Twitter/BMKG dan ISTIMEWA)
Foto dan video akibat gempa Banten, warga panik tak karuan, di Jabar hingga Jakarta. 

Berikut ini foto-fotonya.

Situasi Pantai Mabak Merak pascagempa Banten bermagnitudo 7,4 pada Jumat (2/8/2019).
Situasi Pantai Mabak Merak pascagempa Banten bermagnitudo 7,4 pada Jumat (2/8/2019). (Istimewa/Dokumen Basarnas)

 Warga Pangandaran Juga Banyak yang Pilih Mengungsi ke Arah Pagar Gunung

Suasana di halaman Masjid Agung Al Istiqomah Pangandaran pasca gempa 7,4 M Banten Jumat (2/8/2019) banyak warga yang mengungsi ke masjid yang dibangun Menteri KKP Susi Pudjiastuti di awal era reformasi tersebut.
Suasana di halaman Masjid Agung Al Istiqomah Pangandaran pasca gempa 7,4 M Banten Jumat (2/8/2019) banyak warga yang mengungsi ke masjid yang dibangun Menteri KKP Susi Pudjiastuti di awal era reformasi tersebut. (Istimewa)

 Gempa Banten 7,4 SR, Polda Banten Kerahkan 500 Personel, Imbau Masyarakat ke Dataran Tinggi

Suasana di luar Masjid Agung Al Islah Cijulang, Pangandaran, Jumat (2/8/2019) malam pasca gempa bermagnitudo 7,4.
Suasana di luar Masjid Agung Al Islah Cijulang, Pangandaran, Jumat (2/8/2019) malam pasca gempa bermagnitudo 7,4. (Istimewa)

 Pasca Gempa Banten, Begini Kondisi Warga di Dekat Pantai Cipatujah Tasikmalaya, Kata Petugas BPBD

Situasi di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang pasca gempa Magnitudo 7,4.
Situasi di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang pasca gempa Magnitudo 7,4. (Acep Nazmudin /Kompas.com)

 Pasca- Gempa Bermagnitudo 7,4, Warga Pantai Batu Karas Pangandaran Sudah Mengungsi ke Masjid Besar

Pengunjung dan pasien Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok berhamburan keluar usai gempa berkekuatan 7,4 skala richter terjadi sekira pukul 19.03 WIB.
Pengunjung dan pasien Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok berhamburan keluar usai gempa berkekuatan 7,4 skala richter terjadi sekira pukul 19.03 WIB. (Istimewa)

Peringatan Tsunami Diakhiri

BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa Banten, Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 21.35 WIB.

Hal ini disampaikan melalui akun Twitter resmi BMKG.

Diberitakan sebelumnya, mulanya BMKG perkirakan potensi tsuami akibat gempa Banten akan terjadi pada 19.35 WIB.

Namun, pihaknya menyebut tak bisa memastikan karena fenomena alam lainnya.

"Kmi terus memantau diperkirakan kedatangan tsunami itu pada 19.35, namun karena fenomena alam banyak hal yang tidak pasti," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran langsung Kompas TV

Oleh karena itu, BMKG menyebut akan menunggu hingga dua jam.

Artinya peringatan dini potensi tsunami tak akan berakhir hingga 21.35 WIB.

"SOP yang ada kita menunggu dua jam, sampai kedatangan terakhir, stelah 19.35 WIB," katanya.

Ia pun mengimbau agar warga tetap tenang tapi juga waspada.

 VIDEO Gempa Rina Lari Dari Lantai 3 Rumah Sakit Sambil Gendong Anak dan Bawa Tiang Infus

"Kepada masyarakat diimbau untuk masih tetap meninggalkan pantai di wilayah tersebut karena sampai saat ini kami belum mengakhiri tsunami," katanya.

3 Daerah Terancam

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, gempa Banten berpotensi tsunami.

Ia pun menyebut sejumlah daerah yang berpotensi terkena tsunami. Pertama, Pandeglang bagian Selatan. Daerah tersebut berstatus siaga.

 UPDATE: Potensi Tsunami di Pandeglang, Lebak, dan Lampung, BMKG: Cari Ketinggian 10 Meter ke Atas

Artinya, ketinggian gelombang tsunami di pantai diperkirakan mencapai setengah meter sampai maksimal tiga meter.

Status siaga pun disematkan di daerah Pandeglang tepatnya di Pulau Panaitan.

Selain itu, Lampung Barat pesisir selatan pun berstatus siaga.

Kemudian, Pandeglang bagian utara dan Lebak berstatus waspada.

Artinya, ketinggian tsunami di pantai bisa mencapai setengah meter.

Menurutnya, status pun harus diberikan peringatan dini.

Ia menyebut, pantai yang berupa teluk bisa membuat tinggi gelombang itu menguat hingga lebih dari satu meter.

"Setengah meter harus ada peringatan dini, pantai kita ini secara lokal mofologinya beragam. Jadi ketinggian setengah meter pada daerah tertentu atau teluk ini, bisa menguat bisa lebih dari satu meter. Itu perlu di waspadai," kata Dwikorita dalam siaran langsung Kompas TV.

 Gempa Banten Dirasakan Sampai ke Ciamis dan Pangandaran, Warga Diminta Jauhi Pantai

Oleh karena itu pihaknya meminta warga untuk menjauh dari pantai.

Khususnya di daerah Lampung, Jawa Barat, hingga Banten.

Carilah ketinggilan lebih dari 10 meter untuk mewaspadai potensi tsunami

"Saya minta masyarakat untuk tetap tenang meskipun masih waspada terutama masyarakat di pesisir Banten dan Lampung atau Jawa Barat bagian selatan untuk tetap menjauh dari pantai. Cari ketinggian paling tidak 10 meter ke atas," katanya.

Air di Palabuhanratu Sukabumi Surut

Guncangan gempa Banten Jumat (2/8/2019), membuat warga di selatan Jawa histeris.

Satu di antaranya warga yang berada di sekitar Pantai Palabuhanratu, Sukabumi, Jawabarat.

Menurut seorang warga, Akbar, air laut sempat surut sekitar dua meter dari bibir pantai.

 Gempa 7,4 SR, Rina Lari Dari Lantai 3 Rumah Sakit Sambil Gendong Anak dan Bawa Tiang Infus

"Kondisi pantai sempat surut dari bibir pantai sekitar dua meteran," katanya melalui sambungan telepon pada siaran langsung Kompas TV.

Gempa tersebut disebut guncangannya sangat besar.

Hal itu membuat warga panik dan menjerit-jerit.

"Warga banyak yang menjerit karena baru ada lagi gempa yang besar," katanya.

Namun, ia melihat di lokasi tempatnya berada tak ada korban jiwa akibat guncangan gempa itu.

Kini, banyak di antara warga Palabuhanratu yang dievakuasi ke dataran tinggi.

 Gempa Banten Magnitudo 7,4 dan Berpotensi Tsunami, Warga Panik dan Keluar Rumah

"Warga di daerah saya sudah dievakuasi semua ke lokasi yang lebih tinggi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, guncangan gempa terjadi pada Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB.

Pusat gempa berada di 147 kilometer Barat Daya Sumur, Banten pada kedalaman 10 kilometer. (Tribun Jabar)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved