27 Kontainer Limbah Plastik di Batam Dikembalikan ke Negara Asal, Paling Banyak dari Amerika Serikat

Sebanyak 27 kontainer limbah plastik yang dikirim ke Batam, Kepulauan Riau, akan dikembalikan lagi ke negara asalnya, Sabtu (3/8/2019).

27 Kontainer Limbah Plastik di Batam Dikembalikan ke Negara Asal, Paling Banyak dari Amerika Serikat
Kompas.com/HADI MAULANA
Sabtu (3/8/2019) sore kemarin, sedikitnya ada 27 kontainer yang di re-ekspor. Dengan begitu total seluruh kontainer yang sudah di re-ekspor berjumlah 45 kontainer. 

TRIBUNJABAR.ID, BATAM - Sebanyak 27 kontainer limbah plastik yang dikirim ke Batam, Kepulauan Riau, akan dikembalikan lagi ke negara asalnya, Sabtu (3/8/2019). 

Ke-27 kontainer limbah plastik tersebut mengandung B3 dan sampah ke sejumlah negara asalnya.

Berdasarkan data dari Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kepulauan Riau, total kontainer limbah plastik yang dikembalikan ke negara asalnya, sebanyak 45 kontainer.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, Sumarna, mengatakan bahwa 27 kontainer yang dikembalikan adalah milik PT Royal Citra Bersama.

Dari 27 kontainer tersebut paling banyak dikembalikan ke Amerika Serikat.

"Total ada 27, di antaranya 1 kontainer ke Australia dan selebihnya ke Amerika Serikat," kata Sumarna melalui telepon, Minggu (4/8/2019).

Senang Menggunakan Perhiasan, Mike Lewis Pun Hadir di Pembukaan Gerai Frank & Co di Bandung

Sumarna mengatakan dengan dikembalikannya 27 kontainer limbah plastik mengandung B3 ini, setidaknya sampai saat ini pihaknya sudah mengembalikan 45 kontainer bermuatan limbah plastik yang mengandung sampah dan B3 ke negara asalnya, mulai dari Hongkong, Perancis, Jerman, Australia hingga ke Amerika Serikat.

"Tinggal empat kontainer lagi yang belum di re-ekspor dan secepatnya akan diselesaikan proses re-ekspornya," jelas Sumarna.

Proses pengembalian yang dilakukan KPU BC Tipe B Batam terbilang cepat, padahal proses pengembalian diberikan waktu 90 hari kerja sejak kontainer itu tiba di Batam.

Bahkan berdasarkan jadwal itu, setidaknya ada waktu paling lambat sampai pertengahan September untuk proses pengembalian paling lambat dari Batam.

Namun awal Agustus, kontainer-kontainer tersebut sudah dikembalikan hampir 96 persennya, yakni sudah 45 kontainer dari 49 kontainer yang ada.

"Lebih cepat lebih baik, kenapa juga kami tunda-tunda. Karena dampaknya akan membahayakan masyarakat banyak karena teridentifikasi mengandung B3," ungkapnya.

Sebelumnya, hasil lab tersebut menegaskan bawah dari 65 kontainer berisikan limbah plastik yang masuk di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Batam, Kepri.

Terdapat 38 kontainer berisikan limbah plastik mengandung B3. Selanjutnya 11 kontainer lagi berisikan limbah plastik tercampur sampah

Sebanyak 16 kontainer lainnya tidak mengandung limbah B3 dan tidak tercampur sampah alias memenuhi syarat. (Kompas.com/Hadi Maulana)

Mati Listrik, Penumpang KRL Bosan Menunggu Kereta Berfungsi, Akhirnya Turun dari Gerbong

Imbas Mati Listrik, Warga Tak Bisa Isi Saldo e-Toll, Terpaksa Bayar Tol Tunai

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved