Skuat Persib Bandung Diteror Oknum Aremania, Umuh Muchtar : Seharusnya Arema FC Kena Sanksi

Pertandingan tunda pekan keempat antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang,

Skuat Persib Bandung Diteror Oknum Aremania, Umuh Muchtar : Seharusnya Arema FC Kena Sanksi
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Umuh Muchtar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pertandingan tunda pekan keempat antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, 30 Juli 2019 seharusnya batal digelar lantaran Persib Bandung mendapat ancaman dari suporter tim lawan.

Demikian dikatakan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2019).

Menurut Umuh, seusai melakukan ujicoba lapangan, bus yang ditumpangi pemain dilempari petasan dan kembang api oleh oknum suporter Arema.

Tak sampai disitu, oknum Aremania pun mendatangi hotel tempat menginap tim Maung Bandung dan kembali membuat keonaran dengan menyalakan kembang api dan petasan pada dini hari.

"Itu murni harusnya tidak dilanjutkan pertandingannya, anak-anak tidak tidur dan sekarang untuk Arema sanksinya apa. Sesuai dengan aturan harusnya dia yang kena WO (walk out)," ujar Umuh, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2019).

Gunung Tangkubanparahu Erupsi Lagi, Wisatawan Hanya Sampai Pintu Gerbang, Langsung Balik Kanan

Kemudian, sambung Umuh, panitia pertandingan (Panpel) pun bersikap tidak profesional dengan menunda-nunda keberangkatan tim dari hotel ke Stadion Kanjuruhan Malang.

"Ini aneh, polisi datang ke hotel setengah empat dan tidak mengizinkan keberangkatan, Arema berarti tidak ada izin. Harusnya pertandingan itu mulai setengah empat bukan malam. Dan sesuai kesepakatan seharunya pemain naik bus bukan rantis, ini jelas-jelas tidak benar," katanya.

Seorang Pria Ditusuk Menggunakan Pedang Samurai di Jalanan yang Ramai, Warga Berusaha Mencegah

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)

Disanksi Tak Boleh Masuk Stadion 3 Bulan

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar kecewa dengan keputusan Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) yang memberikan sanksi percobaan larangan masuk ke stadion selama tiga bulan kepada Umuh Muchtar.

Umuh Muchtar diberikan sanksi lantaran dianggap mengeluarkan kata-kata yang tidak patut kepada Dwi Purba, wasit yang menjadi pengadil pertandingan Persib Bandung melawan Bali United, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten, Bandung.

Selain dirinya, tim Persib pun mendapat sanksi akibat ulah suporter yang  melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan saat pertandingan Persib melawan Bali United. Persib dihukuman denda sebesar Rp 90 juta.

Menurut Umuh, sebelum memberikan sanksi seharusnya Komdis PSSI melakukan pemanggilan dan menanyakan peristiwa yang terjadi sebenarnya di dalam lapangan.

Jawa Barat Tea Festival 2019, Digelar di Gedung Sate Jumat dan Sabtu, Kenalkan Teh Asli Jawa Barat

"Seharusnya sebelum mengeluarkan sanksi komdis memanggail pihak yang bersangkutan dan menanyakan kejadian yang sebenarnya. Saya juga belum tahu apa sebenarnya kesalahan saya, kenapa tidak dipanggil dulu," ujar Umuh, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2019).

Umuh menilai, memberikan sanksi tanpa melakukan pemanggilan terlebih dulu sudah menjadi kebiasaan buruk dari Komdis PSSI.

"Memangnya saya ngomong apa (waktu laga bali united), harusnya dipanggil dulu dan ini sudah kebiasaan. Kemarin sudah ngerem sekarang sudah berani lagi," katanya.

 

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved