Ratusan Mahasiswa Tuntut Keadilan di PTUN Bandung soal Sengketa Lahan Kampus STKIP Pasundan Cimahi

Ratusan mahasiswa yang terdiri dari STKIP Pasundan, STIE Pasundan, STH Pasundan, dan Unpas gelar aksi di depan PTUN Bandung

Ratusan Mahasiswa Tuntut Keadilan di PTUN Bandung soal Sengketa Lahan Kampus STKIP Pasundan Cimahi
Tribun Jabar/Cipta Permana
Sejumlah mahasiswa gabungan institusi pendidikan tinggi di bawah Paguyuban Pasundan menggelar unjuk rasa menuntut keadilan atas sengketa lahan STKIP Pasundan Cimahi di halaman PTUN Bandung, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (2/8/2019). 

“Selama 33 berjalan tidak ada permasalahan apapun, hingga pada November 2018 terdapat seorang ahli waris bernama Asep Pedro yang menggugat sebagian tanah milik STKIP Pasundan Cimahi saat ini,” ujarnya ditemui di lokasi yang sama.

Dedi menambahkan, sengketa lahan itu pun berlanjut pada gugatan di PTUN Bandung. Meskipun sejumlah berkas bukti kepemilikan menunjukan milik STKIP Pasundan dan telah disampaikan kepada majelis hakim, namun putusan pengadilan berkata lain. Sehingga dengan kekalahan di PTUN Bandung tersebut, pihaknya akan mengajukan banding ke Kejaksaan Tinggi Jakarta.

“Kami memiliki keyakinan jika STKIP Pasundan memiliki bukti yang sah atas kepemilikan tanah tersebut. Namun hakim memutuskan lain, maka kami akan terus memperjuangkan ini hingga ke Kejaksaan Tinggi,” ucapnya.

Terungkap, Pengedar Ganja di Kawasan Kampus Itu Ternyata Mahasiswa Aktif dan Berprestasi

Hal senada disampaikan oleh Wakil ketua I STKIP Pasundan Cimahi, Jajang Hendar Hendrawan. Menurutnya dengan putusan yang tidak berkeadilan tersebut, langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh pihak STKIP Pasundan Cimahi bersama biro hukum akan melakukan banding ke kejaksaan tinggi di Jakarta.

“Kami ingin menindaklanjuti apa yang membuat putusan yang membatalkan sertifikat yang dimiliki STKIP Pasundan, mengapa bukti-bukti dikesampingkan sehingga tanah yang pernah kami beli saat ini tanahnya benar-benar hilang,” ujarnya.

Hal ini tentu menjadi sesuatu yang disayangkan di dunia pendidikan, mengingat bahwa STKIP Pasundan Cimahi adalah salah satu institusi yang melahirkan banyak atlit yang berprestasi baik di kejuaraan nasional maupun internasional, oleh karena itu hal ini patut diperhatikan oleh pemerintah.

“Semoga sengketa tanah ini dapat diselesaikan dengan baik, tentunya kepemilikan tanah kembali menjadi hak milik STKIP Pasundan,” katanya. (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved