Breaking News:

Gempa Banten

BMKG Akan Akhiri Potensi Tsunami hingga Pukul 21.35, Tinggi Gelombang Bisa Capai 3 Meter

Mulanya BMKG perkirakan potensi tsuami akibat gempa Banten akan terjadi pada 19.35 WIB. Namun, pihaknya menyebut tak bisa memastikan

Penulis: Widia Lestari
Editor: Kisdiantoro
Istimewa
Suanana di Pangandaran pasca-gempa¬†bermagnitudo 7,4 yang berpusat Banten. 

TRIBUNJABAR.ID - Mulanya BMKG perkirakan potensi tsuami akibat gempa Banten akan terjadi pada 19.35 WIB.

Namun, pihaknya menyebut tak bisa memastikan karena fenomena alam lainnya.

"Kmi terus memantau diperkirakan kedatangan tsunami itu pada 19.35, namun karena fenomena alam banyak hal yang tidak pasti," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Oleh karena itu, BMKG menyebut akan menunggu hingga dua jam.

Artinya peringatan dini potensi tsunami tak akan berakhir hingga 21.35 WIB.

"SOP yang ada kita menunggu dua jam, sampai kedatangan terakhir, stelah 19.35 WIB," katanya.

Ia pun mengimbau agar warga tetap tenang tapi juga waspada.

VIDEO Gempa Rina Lari Dari Lantai 3 Rumah Sakit Sambil Gendong Anak dan Bawa Tiang Infus

"Kepada masyarakat diimbau untuk masih tetap meninggalkan pantai di wilayah tersebut karena sampai saat ini kami belum mengakhiri tsunami," katanya.

Tinggi Gelombang Bisa Capai 3 Meter

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, gempa Banten berpotensi tsunami.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum mengakhiri peringatan dini tsunami.

Ia pun menyebut sejumlah daerah yang berpotensi terkena tsunami. Pertama, Pandeglang bagian Selatan. Daerah tersebut berstatus siaga.

UPDATE: Potensi Tsunami di Pandeglang, Lebak, dan Lampung, BMKG: Cari Ketinggian 10 Meter ke Atas

Artinya, ketinggian gelombang tsunami di pantai diperkirakan mencapai setengah meter sampai maksimal tiga meter.

Status siaga pun disematkan di daerah Pandeglang tepatnya di Pulau Panaitan.

Selain itu, Lampung Barat pesisir selatan pun berstatus siaga.

Kemudian, Pandeglang bagian utara dan Lebak berstatus waspada.

Artinya, ketinggian tsunami di pantai bisa mencapai setengah meter.

Menurutnya, status pun harus diberikan peringatan dini.

Ia menyebut, pantai yang berupa teluk bisa membuat tinggi gelombang itu menguat hingga lebih dari satu meter.

"Setengah meter harus ada peringatan dini, pantai kita ini secara lokal mofologinya beragam. Jadi ketinggian setengah meter pada daerah tertentu atau teluk ini, bisa menguat bisa lebih dari satu meter. Itu perlu di waspadai," kata Dwikorita dalam siaran langsung Kompas TV.

 Gempa Banten Dirasakan Sampai ke Ciamis dan Pangandaran, Warga Diminta Jauhi Pantai

Oleh karena itu pihaknya meminta warga untuk menjauh dari pantai.

Khususnya di daerah Lampung, Jawa Barat, hingga Banten.

Carilah ketinggilan lebih dari 10 meter untuk mewaspadai potensi tsunami

"Saya minta masyarakat untuk tetap tenang meskipun masih waspada terutama masyarakat di pesisir Banten dan Lampung atau Jawa Barat bagian selatan untuk tetap menjauh dari pantai. Cari ketinggian paling tidak 10 meter ke atas," katanya.

Air di Palabuhanratu Sukabumi Surut

Guncangan gempa Banten Jumat (2/8/2019), membuat warga di selatan Jawa histeris.

Satu di antaranya warga yang berada di sekitar Pantai Palabuhanratu, Sukabumi, Jawabarat.

Menurut seorang warga, Akbar, air laut sempat surut sekitar dua meter dari bibir pantai.

 Gempa 7,4 SR, Rina Lari Dari Lantai 3 Rumah Sakit Sambil Gendong Anak dan Bawa Tiang Infus

"Kondisi pantai sempat surut dari bibir pantai sekitar dua meteran," katanya melalui sambungan telepon pada siaran langsung Kompas TV.

Gempa tersebut disebut guncangannya sangat besar.

Hal itu membuat warga panik dan menjerit-jerit.

"Warga banyak yang menjerit karena baru ada lagi gempa yang besar," katanya.

Namun, ia melihat di lokasi tempatnya berada tak ada korban jiwa akibat guncangan gempa itu.

Kini, banyak di antara warga Palabuhanratu yang dievakuasi ke dataran tinggi.

 Gempa Banten Magnitudo 7,4 dan Berpotensi Tsunami, Warga Panik dan Keluar Rumah

"Warga di daerah saya sudah dievakuasi semua ke lokasi yang lebih tinggi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, guncangan gempa terjadi pada Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB.

Pusat gempa berada di 147 kilometer Barat Daya Sumur, Banten pada kedalaman 10 kilometer. (Tribun Jabar)

Daerah yang Berpotensi Tsunami

Jumat (2/8/2019), gemba bumi mengguncang Banten dan sekitarnya.

Lokasi gempa berada di 147 kilometer barat daya Sumur-Banten dengan kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 7,4.

Gempa yang berpotensi tsunami ini juga dirasakan hingga Solo dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, guncangan mengakibatkan lampu hingga aksesori gantung bergoyang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menganjurkan masyarakat di wilayah Banten untuk segera melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi.

"Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang pertama bisa saja bukan yang terbesar," ujar BMKG dalam rilis resminya.

Berikut daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan: [Kota/ Kabupaten (Provinsi) - Status Peringatan:

 Gempa Banten Magnitudo 7,4 dan Berpotensi Tsunami, Warga Panik dan Keluar Rumah

• PANDEGLANG BAGIAN SELATAN (BANTEN) - SIAGA

• PANDEGLANG PULAU PANAITAN (BANTEN) - SIAGA

• LAMPUNG-BARAT PESISIR-SELATAN (LAMPUNG) - SIAGA

• PANDEGLANG BAGIAN UTARA (BANTEN) - WASPADA

• LEBAK (BANTEN) - WASPADA

• TANGGAMUS PULAU TABUAN (LAMPUNG) - WASPADA

• SUKABUMI UJUNG-GENTENG (JABAR) - WASPADA

• TANGGAMUS BAGIAN TIMUR (LAMPUNG) - WASPADA

• LAMPUNG-SELATAN KEP. KRAKATAU (LAMPUNG) - WASPADA

• LAMPUNG-SELATAN KEP. LEGUNDI (LAMPUNG) - WASPADA

• LAMPUNG-BARAT PESISIR-TENGAH (LAMPUNG) - WASPADA

• LAMPUNG-BARAT PESISIR-UTARA (LAMPUNG) - WASPADA

• BENGKULU-UTARA PULAU ENGGANO (BENGKULU) - WASPADA

• KAUR (BENGKULU) - WASPADA

• LAMPUNG-SELATAN KEP. SEBUKU (LAMPUNG) - WASPADA

• BENGKULU-SELATAN (BENGKULU) - WASPADA

• SERANG BAGIAN BARAT (BANTEN) - WASPADA

• SELUMA (BENGKULU) - WASPADA

(Kompas.com)

 BREAKING NEWS: Gempa 7,4 SR di Banten Berpotensi Tsunami, di Bandung Guncangannya Besar

Informasi resmi mengenai gempa bumi dan tsunami bersumber BMKG dapat diakses Instagram/Twitter @infoBMKG, website http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved