Psikolog Sebut Pablo Benua Derita Gangguan Sosiopati, Anggap Kebohongan adalah Hal yang Normal

Selain tentang rumah tangganya di masa lalu, Pablo Benua ternyata juga sempat menjalankan usaha investasi bodong.

Editor: Ravianto
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Pablo Benua digiring petugas kepolisian di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sejak menjadi tersangka kasus vlog ikan asin', Pablo Benua tak henti-hentinya menjadi sorotan.

Kebohongan demi kebohongan pun terungkap.

Selain tentang rumah tangganya di masa lalu, Pablo Benua ternyata juga sempat menjalankan usaha investasi bodong.

Tak sedikit orang yang tertipu dari usaha investasi bodong milik Pablo Benua tersebut.

Salah satu korbannya yang bernama Petrus Ola belum lama ini mengungkap penipuan yang dilakukan oleh Pablo.

Mengutip dari tayangan Insert Trans TV pada Kamis (18/7/2019), Petrus mengungkap bahwa investasi yang ditawarkan oleh Pablo berjenis hak guna pakai kendaraan.

Dalam investasi tersebut kliennya mendapatkan hak guna kendaraan selama 3 tahun hanya dengan membayar sebesar 54 persennya saja.

Pasangan Rey Utami dan Pablo Benua diperiksa di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019).
Pasangan Rey Utami dan Pablo Benua diperiksa di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

"Ini sistem yang menarik sebenarnya. Jadi namanya hak guna pakai kendaraan. Mobil itu kita bisa pakai dalam 3 tahun hanya membayar 54 persen dari OTR (on the road) yang telah ditetapkan oleh perusahaan," terang Petrus.

Tak tanggung-tanggung, Petrus mengungkap dirinya merugi hingga ratusan juta rupiah akibat mengikuti investasi bodong milik Pablo itu.

"Kerugian saya sekitar Rp 500-an juta," ujar Petrus.

Karena terbukti tak menguntungkan kliennya, usaha investasi milik Pablo tersebut akhirnya dipastikan adalah sebuah investasi bodong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam rilis yang dikeluarkan pada tahun 2017 silam itu, OJK menyebutkan setidaknya 6 perusahaan investasi yang dicabut izin dan dihentikan kegiatannya, termasuk PT Inti Benua Indonesia milik Pablo Benua.

Terkait dengan penipuan tersebut, psikolog menyebutkan bahwa Pablo menderita gangguan sosiopati.

Hal tersebut disampaikan oleh psikolog Joyce Manurung di program Pagi Pagi Pasti Happy Trans TV yang tayang pada Jumat (19/7/2019).

Pablo Benua digiring petugas kepolisian di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019).
Pablo Benua digiring petugas kepolisian di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019). (Tribunnews Kolase/(KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA))
Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved